Ilmu dan Kebermanfaatannya Bagi Sesama

khudzi al-hikmahmata wa laa yadlurruka min ayyi wi’aain khorojath,

(ambilah hikmah (ilmu) tidak akan membahayakan kamu, dari mana/siapa saja keluarnya).

(HR. Hakim)

Manusia, sebagai makhluk yang tingkatan derajatnya lebih tinggi dari pada makhluk lainnya merupakan makhluk yang unik, disebut unik karena antara individu satu dengan lainnya sangatlah berbeda walaupun ia dilahirkan sebagai kembar identik sekalipun. Individu manusia berarti : tidak dapat dibagi (undivided), tidak dapat dipisahkan, keberadaannya sebagai makhluk yang pilah, tunggal dan khas. Apakah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya sehingga ia menjadi makhluk yang istimewa? Ada beberapa faktor yang menyebabkan makhluk bernama manusia ini adalah makhluk yang sangat istimewa, dan salah satunya adalah bahwa manusia dianugerahi akal untuk berfikir dan menganalisa. Otak manusia merupakan suatu yang nampak mempesona dengan jutaan kumparan yang berkelip membentuk pola tertentu, suatu pola yang penuh arti dan tak kunjung diam, yang terdiri atas perubahan yang harmoni dari pola-pola yang lebih kecil. Itu seperti galaksi bima sakti memasuki kosmik yang berdansa (Sir Charles Sherrington). Kita telah diberikan anugerah yang luar biasa dasyatnya dalam otak kita untuk digunakan semaksimal mungkin untuk kemaslahatan diri pribadi dan bersama. Bagaimana kita dapat memaksimalkan potensi yang ada dalam otak kita yang sanat luar biasa ini? Bagaimana kita bersyukur telah dianugerahi otak yang lebih canggih dari jenis prosesor laptop tercanggih sekalipun?

Kita semua belajar di sekolah salah satunya adalah untuk mensyukuri nikmat otak dan akal yang telah diberikan kepada kita. Tapi apakah kita sudah memaksimalkan semua yang telah kita miliki? Tentu kita merupakan manusia-manusia yang diberikan kelebihan oleh Allah untuk dapat menuntut ilmu disini. Karena kalau kita lihat banyak saudara kita yang ingin belajar namun terhalangi oleh beragam faktor sehingga mereka tidak mampu terus bersekolah. Dengan ilmu yang kita miliki kita akan menjadi orang-orang yang memiliki kesempatan yang lebih baik.

Kewajiban kita untuk menuntut ilmu sebenarnya telah disabdakan oleh Rasulullah yang mulia beberapa abad yang lalu, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan. Dan dalam al-Quran pun di sebutkan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang yang memiliki ilmu pengetahuan dengan beberapa derajat. (Q.S. AlMujadalah 11). Inilah pentingnya kita untuk menuntut ilmu. Bahkan kita diperbolehkan untuk mengambil hikmah (ilmu), darimana dan dari siapa pun keluarnya.

Umat Islam harus banyak belajar dari barat, karena saat ini pusat peradaban dunia ada dibarat. Kita tidak boleh berpikir secara sesaat dan picik bahwa segala sesuatu hal yang berasal dari barat adalah buruk. Kita harus melepaskan paradigma berfikir bahwa “Islam adalah musuh barat”. Cobalah sekali-kali kita lihat barat dari kacamata dan sudut pandang yang lain. Orang-orang yang banyak menciptakan teori dan teknologi mutakhir pada saat ini banyak yang berasal dari bangsa Eropa, Amerika bahkan Israel. Dan kalau kita perhatikan para Doktor dan Profesor kelas dunia agamanya adalah Yahudi. Dan kita harus malu pada kenyataan yang seperti ini. Kita boleh tidak sepakat pada serangan bangsa Israel terhadap Bangsa Palestina, tetapi pada saat yang sama kita harus banyak belajar dari bangsa Israel. Mengapa mereka mampu menghasilkan pemikir-pemikir jenius kelas dunia yang teori dan tekhnologinya kita gunakan sampai saat ini. Ini harus kita cermati dan pelajari. Dan itu sebenarnya adalah hikmah (ilmu) umat Islam yang berceceran dimana-mana, yang harus diambil dan kita kumpulkan. Saat ini kita cenderung terninabobokan dengan kejayaan-kejayaan Islam pada masa lalu yang alih-alih membuat kita maju malahan membuat kita menjadi terbuai. Dan hal ini tidak bisa dibiarkan secara berlarut-larut. Kita dapat memelihara nilai-nilai lama dari para pendahulu kita yang baik, tetapi kita juga harus segera menggali nilai-nilai baru yang lebih baik (al-muhafadzotu ‘ala al-qodiimi ash-sholihi walakhdzu bil jadiidi al-ashlah).

Kita harus segera bangkit dari keterpurukan ini. Dan salah satu cara untuk bangkit adalah melalui perbaikan mutu pendidikan umat islam. Dan jihad dengan ilmu merupakan salah satu keutamaan. Kita harus menunjukan bahwasanya agama kita bukan agama yang bengis dan disebarkan dengan pedang kekerasan. Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, agama yang menebar kasih sayang kepada semua umat baik itu yang muslim ataupun non muslim. Kita harus melepaskan paradigma bahwa umat islam itu biasanya bodoh, malas, miskin dan terbelakang. Dan kemajuan yang kita harapkan akan terwujud melalui pendidikan yang baik. Prof. Moh. Athiya Al-Abrasyi menyatakan bahwa tujuan pendidikan dalam Islam adalah : untuk membantu pembentukan akhlak mulia, persiapan untuk kehidupan dunia & akhirat, persiapan untuk mencari rizki dan memelihara kemanfaatan, menumbuhkan sifat ilmiah pada pelajar, dan menyiapkan pelajar kearah profesionalisme.

Dan terakhir mengutip perkataan ibnu Athaillah bahwa khoiril ‘ ilmi ma kaanatil khassyah ma’ahu (ilmu yang paling baik adalah ilmu yang disertai rasa takut kepada Allah SWT). Dan tentunya dengan memiliki rasa takut kepada Allah dan meyakini bahwa ilmu ini merupakan anugerah dari-Nya, maka ilmu tersebut akan diamalkan dan menciptakan kehidupan yang damai, seimbang dan harmoni bukan malahan menciptakan rasa takut dan teror. Dan mudah-mudahan semuanya dapat tercapai, Amiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s