Pancasila (Belum) Dilupakan

Menarik sekali membaca pernyataan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang saya baca di kompas.com pagi ini (7 Maret 2013). Pernyataan yang disampaikan oleh Basuki adalah “Kita ini Pancasilais, bukan komunis, bukan kapitalis,”. Pernyataan yang sangat jarang didengar. Kalaupun muncul pernyataan tersebut muncul di kelas-kelas Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah-sekolah.

Pancasila, seperti yang diketahui bersama merupakan dasar negara Republik Indonesia. Nilai yang semestinya tetap dijunjung tinggi oleh siapapun yang masih mengakui Indonesia sebagai tanah airnya, mengakui bendera indonesia sebagai kebanggaannya.

Tan Malaka jauh-jauh hari bahkan telah menyatakan “Lindungi bendera itu dengan bangkaimu, nyawamu, dan tulangmu. Itulah tempat yang selayaknya bagimu, seorang putra tanah Indonesia tempat darahmu tertumpah”.

Kalau Tan Malaka, sosok yang bahkan terlupakan oleh bangsa ini selama puluhan tahun, tak tercatat oleh pena sejarah di buku-buku sejarah “resmi” pemerintah mengatakan itu dengan sepenuh hatinya, lalu apakah kita, saat ini sudah merasakan dan melakukan hal yang sama yang dinyatakan Tan Malaka tersebut?

Era sekarang mungkin, sudah banyak yang melupakan perdebatan ideologis, Pancasilais, Kapitalis, Sosialis atau Komunis? Diskusi yang mungkin masih terjadi di ruang-ruang akademik, tetapi praktik tetap saja kapitalis, atau bahkan tanpa bentuk. Pancasila mungkin hanya enak diucapkan saja, sebagai pemanis ketika upaca bendera di sekolah-sekolah dan acara formal lainnya. Aplikasi dan pelaksanaannya jauh dari nilai Pancasila yang diharapkan oleh Founding Fathers republik ini. Jika diurut dari sila pertama sampai sila terakhir, nilai-nilai Pancasila tidaklah optimal dilaksanakan.

Ketika pejabat publik yang seharusnya menampilkan wajah sebagai pelayan rakyat yang selalu berusaha memberikan pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat semakin sulit ditemukan karena mereka sibuk memenuhi kepentingan mereka sendiri, sosok Jokowi dan Ahok tentu mendapat perhatian yang lebih dari masyarakat.

Ketika kampanye Pemilukada beberapa wakatu yang lalu, Basuki menjadi sosok kontroversi karena berasal dari etnis Tionghoa dan selalu menjadi sasaran tembak yang empuk bagi kampanye hitam.

Pernyataan Basuki yang menyebutkan bahwa “kita ini Pancasilais, bukan komunis, bukan kapitalis” menurut saya adalah pernyataan yang sangat berarti dari aspek komunikasi politik. Pernyataan yang menggambarkan bahwa setiap pengambilan keputusan yang merujuk pada kepentingan rakyat banyak harus selalu sesuai dengan nilai Pancasila. Dalam konteks pernyataan Basuki ia menegaskan bahwa Pemda DKI akan berupaya menyediakan permukiman yang layak bagi warga kurang mampu di Ibu Kota dan warga yang bermukim pada lahan ilegal akan direlokasi. Upaya penyediaan pemukiman yang layak bagi masyarakat sederhana dengan terus membangun rumah susun bagi masyarakat sederhana.

Niat dan langkah kerja yang dilakukan oleh Jokowi dan Basuki tentu belum dapat optimal dirasakan oleh seluruh warga Jakarta. Apalagi dengan periode yang masih sangat singkat, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemda DKI. Partisipasi masyarakat memiliki peranan yang penting di sini.

Program dan itikad dari pemerintah sebaik apapun tidak akan terealisasi apabila dukungan dari masyarakat tidak ada. Selalu, program yang direncanakan oleh Pemda DKI harus dikawal, dikritisi dan dibantu, agar keadilan sosial bagi seluruh rakyat bukan hanya pemanis yang menghibur rakyat, tetapi dapat terealisasi dengan baik. Bukan sebagai janji kampanye yang diucapkan tanpa makna, benar-benar upaya keras yang akan terus menerus bagi kesejahteraan bersama. Jika keadilan sosial sudah dilaksanakan dan kesejahteraan rakyat menjadi yang utama, maka Pancasila (belum) dilupakan.

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: