Ramadhan Mubarak

Bulan ramadhan selalu dinanti oleh umat muslim di dunia. Ramadhan selalu penuh dengan cerita. Riuh dan penuh haru selalu dirasakan ketika ramadhan tiba. Silaturahmi yang sebelumnya terputus kembali tersambung, karena sebelum ramadhan setiap orang menghubungi kerabatnya, minimal mengirim sms, bbm ataupun pesan singkat lainnya.

Setiap orang pasti punya target pada setiap ramadhan yg dijalankan pada setiap tahunnya. Ramadhan adalah saat perenungan, masjid penuh oleh jamaah, acara buka bersama ataupun sahur on the road marak dilakukan, semua bersuka cita. Dalam konteks ekonomi, pusat perbelanjaan bahkan ramai (bahkan lebih ramai) dikunjungi yg pada akhirnya meningkatnya daya beli masyarakat selama ramadhan. Bahkan terlihat masing-masing keluarga lebih konsumtif dalam berbelanja. Rezeki melimpah, itu yg dirasakan ketika ramadhan, dan tidak hanya umat muslim yg mendapatkan itu tetapi juga kalangan non muslim. Akan tetapi yg harus disadari bahwa ramadhan adalah penyadaran diri bahwa ada saudara kita yg bahkan setiap hari harus menahan rasa lapar karena tidak mendapatkan makanan yg seharusnya dimakan setiap hari. Empati terhadap orang lain yang kurang beruntung harus mampu diaplikasikan dalam bulan ramadhan.

Pemaknaan Ramadhan bagi siapa saja pasti berbeda, bagi saya ramadhan adalah waktu yg lebih banyak untuk keluarga. Ajang silaturahmi dengan keluarga yg sangat menyenangkan. Karena jam kerja yg lebih pendek dari hari-hari di luar ramadhan, maka saya dapat pulang lebih cepat dan berkumpul dengan keluarga. Selain itu silaturahmi dengan warga sekitar tempat tinggal pun lebih intens karena pelaksanaan shalat tarawih bersama. Energi ketika ramadhan itu selalu meluap-luap. Jarang dan bahkan saya tidak pernah mendengar bahwa ada orang yang puasa kemudian sakit. Padahal jika dirunut ketika bulan ramadhan waktu tidur semakin terbatas dan waktu istirahat setelah shalat magrib lebih sempit. Setelah shalat isya langsung shalat tarawih dan kemudian harus bangun lebih awal untuk sahur tentu bukan rutinitas yg selalu dilakukan ketika di luar bulan ramadhan.

Ramadhan akan menjadi penuh berkah ketika seorang muslim mampu menebar kebermanfaatan secara maksimal dan menebar kasih sayang kepada sesama. Ibadah ramadhan akan semakin bermakna ketika peningkatan frekuensi ibadah individual dibarengi dengan peningkatan kebermanfaatan terhadap sesama. Semoga ramadhan hari ini penuh makna.

1 Ramadhan 1434 H.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s