Ramadhan di Al Izhar

Sudah dua hari para peserta didik masuk ke sekolah. Awal masuk sekolah saaat ini terasa berbeda dan istimewa. Berbeda dan istimewa karena awal masuk sekolah sudah memasuki awal bulan ramadhan. Pemaknaan Ramadhan dilakukan dalam setiap proses pembelajaran di SMAI Al Izhar. Program Pemahaman Arti Ramadhan (PAR) dengan tema “MEMBACA SEBAGAI PINTU MASUK INSAN TAQWA” bertujuan agar pesan Allah dalam Al Quran “iqra” terimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari para peserta didik tidak hanya di bulan ramadhan tetapi di bulan-bulan lainnya. Momentum Nuzulul Quran di bulan ramadhan menjadi kesan sendiri proses “membaca” bagi para peserta didik di sekolah. Membaca adalah proses intelektual yang paling pertama dianjurkan oleh Allah SWT melalui Rasullah SAW ketika ayat pertama diturunkan. Membaca yang tersurat dalam Al Quran serta yang tersirat dalam alam semesta.

Mengenai membaca buku Ursula K. Le Guin menyatakan bahwa “kita membaca buku untuk mencari tahu tentang diri kita sendiri; apa yang dilakukan, dan dirasakan oleh orang lain –entah itu nyata atau imajiner- merupakan petunjuk yang sangat penting terhadap pemahaman kita mengenai siapa diri kita”. Ketika seseorang membaca buku secara tidak langsung ia sedang mencoba memahami dirinya sendiri. Rasul menyatakan bahwa barang siapa yang mengetahui dirinya maka akan mengetahui Raabnya. Proses membaca menjadi penting ketika melalui proses membaca seseorang lebih memahami dirinya sendiri terlebih memahami siapa penciptanya. Dengan membaca akan terjadi proses dialog tanpa henti dengan dirinya sendiri dan mampu terus bertanya mengenai eksistensi dirinya sendiri. Min (dari mana) wa ila (dan akan ke mana)harus terus dipertanyaan. Pertanyaan seumur hidup yang harus dipertanyakan oleh setiap manusia.

Pembiasaan adalah proses penting dalam pemahaman seseorang. Dengan langsung praktek seseorang akan selalu mengingat apa yang dilakukannya. Di awal tahun masing-masing peserta didik diminta untuk melakukan pancang niat, perilaku baik apa yang rencananya akan mereka lakukan selama ramadhan ini. Perilaku baik yang hendak dilakukan tidak harus sesuatu yang “wah”. Misalnya mereka bersungguh-sungguh tidak akan bangun kesiangan dan datang tepat waktu. Apapun yang diniatkan diusahakan dengan sungguh-sungguh dilakukan oleh mereka. Kemudian pada kegiatan PAR tahun ini, setiap pagi sebelum proses pembelajaran dimulai dengan kegiatan perwalian oleh wali kelas didampingi oleh satu guru mata pelajaran. Kegiatan pagi selama kurang lebih 15 menit di setiap pagi dilakukan dengan kajian ayat tematik Al Quran dengan pilihan beberapa ayat dari Al Quran di masing-masing kelas perwalian. Kegiatan diawali dengan proses membaca bersama ayat Al Quran yang sudah ditentukan oleh panitia PAR. Setelah membaca bersama, maka ayat Al Quran tersebut dimaknai oleh masing-masing peserta didik dan didiskusikan degan guru. Diskusi menjadi penting karena dari sana proses “iqra” yang lebih mendalam dimulai. Tidak hanya membaca tekstual saja tetapi mencoba memahami secara kontekstual. Pemahaman kontekstual penting agar ayat-ayat yang dibaca dapat lebih dimaknai oleh para peserta didik. Para peserta didik juga diminta untuk menuliskan apa yang mereka lakukan selama ramadhan dan memaknai kegiatan yang dilakukan tersebut. Kegiatan menulis pasti harus melalui proses membaca yang baik. Tulisan yang baik akan hadir melalui proses membaca yang baik. Hasil tulisan para peserta didik kemudian akan disampaikan di kelas perwalian masing-masing di hadapan peserta didik lainnya. Tujuannya agar masing-masing peserta didik dapat menyebarkan apa saja kegiatan positif yang dilakukan selama ramadhan. Peserta didik yang mendengarkan sharing dari peserta didik yang menyampaikan tulisan akan mendapatkan motivasi untuk melakukan perbuatan lain yang dirasakan positif.

Kegiatan lainnya adalah adanya kultum dari guru dan peserta didik setelah shalat dzuhur. Dua hari kemarin materi disampaikan oleh guru. Guru pertama yang memaparkan materi adalah Pak Chairiman, beliau adalah guru agama. Materi yang disampaikan adalah Puasa dalam pandangan agama-agama. Beliau menyampaikan bahwa puasa bukan ibadah yang dilakukan oleh umat muslim saja, tetapi dilakukan oleh umat beragama lainnya. Puasa merupakan ajang bagi para kaum beragama untuk lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Materi hari kedua disampaikan oleh Pak Komar, beliau adalah guru geografi. Materi yang disampaikan adalah membangun harmonisasi dalam keragaman. Analogi yang disampaikan adalah fungsi masing-masing organ tubuh. Organ tubuh memiliki fungsi yang berbeda satu sama lain sehingga saling dapat bekerja sama. Perbedaan tidak harus menjadi masalah karena ketika perbedaan tersebut dibingkai oleh kerjasama dan saling mengerti maka akan menjadi sinergi yang luar biasa.
PAR yang dilaksanakan oleh SMAI Al Izhar masing beberapa minggu lagi, program yang dilaksanakan masih banyak. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat menjadi ajang pelatihan mental spiritual bagi seluruh sivitas akademika di SMAI Al Izhar. Menjadi “pembaca” seumur hidup yang mampu membaca semua tanda-tanda kekuasaan Allah, insan taqwa yang mampu menjadi khalifatu fil ardl.

Pondok Labu, 8 Ramadhan 1434

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s