Belajar Dari Nick Vujicic

Tahun ajaran 2013-2014 sudah dimulai beberapa hari yang lalu. Untuk tahun ini saya dipercayakan untuk mengajar di kelas X dan Kelas XI. Beberapa kelas sudah saya masuki, sedangkan untuk kelas X belum karena sedang mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS). Sebelum menjumpai para peserta didik tentu saya mempersiapkan materi awalan apa yang akan saya sampaikan kepada mereka. Sebelum masuk ke materi pelajaran saya menyampaikan belajar Pkn selama satu tahun, menyampaikan tagihan tugas yang perlu mereka penuhi selama satu semester dan memberikan sedikit motivasi agar mereka bersiaga penuh semangat selama satu tahun ini.

Setelah menyepakati kontrak belajar, saya kemudian meminta anak-anak untuk menuliskan di kertas selembar untuk menuliskan target mereka di pelajaran PKn, universitas dan jurusan impian, cita-cita dan cara untuk meraih cita-cita mereka secara detil.

Apa tujuan saya meminta mereka untuk menuliskan hal tersebut? Ada beberapa hal yang menjadi target:

Pertama, saya ingin anak-anak terbiasa menuliskan apa yang menjadi impian dan target-target mereka minimal dalam pelajaran PKn, maksimal impian besar mereka seumur hidup.

Kedua, dengan menuliskan target-terget tersebut mereka akan lebih fokus terhadap target tersebut.

Keempat, anak-anak dibiasakan untuk menulis rencana hidup mereka secara detil sehingga setiap langkah akan menjadi lebih pasti.

Kelima anak-anak yang belum memiliki impian dan cita-cita yang diingikan akan mendapatkan inspirasi dari teman yang lainnya karena saya meminta masing-masing anak menyampaikan apa yang sudah ditulisnya, ajang ini dapat menjadi ajang saling mendoakan dan mengisnpirasi antar anak di kelas.

Hal yang  yang saya lakukan tentu sudah banyak dilakukan oleh guru-guru lain di manapun.

Saya juga terinspirasi dari buku yang dibuat oleh Rangga Umara owner  Lele Lela  yang berjudul “The Magic of Dream Book” dengan salah satu kata-katanya yang menurut saya sangat bagus yaitu buatlah rencana hidupmu sendiri, atau selamanya jadi bagian rencana hidup orang lain.

Dalam buku ini Mas Rangga menceritakan bagaimana sulitnya untuk merintis usaha Lele Lela yang saat ini sudah tersebar di mana-mana. Jatuh bangun saat mencoba merintis usahanya tesebut dicertiakan dengan gaya yang asik dibaca sehingga kita dapat ikut merasakan apa yang ia rasakan.

Bagian yang mengharukan misalnya ketika ia tidak dapat membayar kontrakan sehingga ketika ia pulang dari warungnya istri dan anaknya hanya meninggalkan surat karena mereka sudah “diusir” dari kontrakannya karena tidak dapat membayar uang kontrakan. Banyak bagian seru lainnya yang ada dalam buku ini. Akan tetapi yang terpenting bahwa Mas Rangga selalu menuliskan mimpi-mimpinya dalam sebuah buku yang disebut Dream book.

ImageBuku The Magic Of Dream Book
(Sumber: https://d202m5krfqbpi5.cloudfront.net/books/1326717948l/13415086.jpg)

Dari situlah saya kemudian mencoba menerapkan kepada para peserta didik agar mereka selalu menuliskan impian dan tujuan yang mereka ingin capai minimal selama proses pembelajaran PKn dan maksimal tentu selama hidup mereka. Dari hasil di beberapa kelas, kemudian saya dokumentasikan dalam folder tersendiri.

Saya menyampaikan kepada mereka bahwa buat impian sehebat mungkin yang dapat dicapai semua hal berasal dari impian. Jika merujuk pada salah satu lirik Nidji bahwa “mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia, berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya…”. semoga apa yang diimpikan oleh setiap anak di kelas menjadi sesuatu yang nyata di masa depan kelak.

ImageNick Vujicic
(sumber: http://www.lifewithoutlimbs.org/about-nick/bio/)

Pada sesi pertama ini pula saya menampilkan video dari Nick Vujicic, dalam biografinya di situs http://www.lifewithoutlimbs.org disebutkan olehnya bahwa “I was born without arms or legs and given no medical reason for this condition. Faced with countless challenges and obstacles, God has given me the strength to surmount what others might call impossible”.

Dengan keadaan tanpa lengan dan kaki Nick terus mencoba menginspirasi siapa saja bahwa tidak ada yang mustahil jika seseorang percaya pada mimpi dan harapan-harapannya.

Video ini dapat dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=MTUNG8ttpWw . inspirasi untuk menayangkan video ini datang ketika saya mengikuti salah satu acara yang dilakukan di sekolah. Pada saat itu Direktur Perguruan Islam Al izhar Pondok Labu Ibu Adi menyampaikan salah satu video mengenai Nick dan menekankan pada kerja sama tim yang hebat untuk mencapaikan tujuan yang diinginkan bersama. Bahwa tujuan yang ingin dicapai bersama akan dapat diperoleh ketika ada impian, keyakinan, fokus dan kerjasama tim yang hebat. Seluruh elemen tim harus yakin bahwa yang ingin dicapaik sangat mungkin diperoleh.

Dari video ini saya ingin berpesan kepada diri saya sendiri bahwa dalam hidup yang paling penting adalah mensykuri apa yang kita peroleh dan bersabar atas kesulitan-kesulitan yang dapat kapan saja datang. Nick sebagai seseorang yang dianugerahi oleh Tuhan tidak memiliki lengan dan kaki justru tidak merasa terbatasi dengan keistimewaannya tersebut. Hal tersebut dibuktikan olehnya dengan melakukan beberapa hal yang dirasa mustahil dilakukan oleh seseorang yang tidak memiliki lengan dan kaki.

Dibagian akhir Nick menyampaikan pesan “no arms, no legs, no worries”. Hal ini dibuktikan dengan kegiatannya keliling dunia untuk membagi inspirasi bahwa siapa saja mampu ketika mereka yakin terhadap apa yang diinginkannya.

Beberapa kata-kata yang saya kutip dari anak-anak:

“mau jurusan teknik sipil biar bisa bangun stadium bola bagus di Indonesia, karena di Indonesia super jelek”

Seorang anak perempuan yang tergila-gila pada sepak bola dan memiliki keprihatinan terhadap kondisi stadion sepak bola di Indonesia.

“bekerja dengan hewan”

Ini didasarkan pada kecintaannya terhadap hewan peliharaan.

“Ekonomi indonesia lebih maju, teknologi lebih canggih, nasionalisme warga lebih tinggi, tidak ada konflik dengan negara lain dan tidak ada konflik dalam negeri”

Ini adalah impian salah satu kelas X terhadap Indonesia yang kita cintai bersama.

Dan masih banyak impian, harapan, tujuan dari para generasi penerus bangsa. Impian-impian besar mereka harus didukung melalui proses pembelajaran di kelas dalam lingkup kecil dan di setiap aktivitas yang dilakukan oleh para peserta didik di manapun mereka berada. Mari kita wujudkan mimpi.

Pondok Labu, 22 Juli 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s