Catatan Harian

Malam Iedul Fitri 1434 H

Malam ini, sudah malam takbiran. Setelah berbuka, hampir seluruh masjid dan mushala mengumadangkan takbir, tanda kemenangan. Bunyi takbir bersahut-sahutan dengan bunyi petasan dan kembang api. Semuanya semarak, diiringi hujan yg malu-malu menurunkan pasukannya.

Ramadhan 1434 H sudah berlalu. Sudah banyak ucapan maaf datang dari sanak saudara maupun kerabat. Ramadhan selalu istimewa, keceriaan meliputi siapa saja, yg ïberpuasa, pura-pura berpuasa, atau yg tidak berpuasa. Tak hanya masjid atau mushala yg mengumandangkan takbir, tetapi pusat-pusat perbelanjaan tak kalah dengan memutar MP3 takbir ataupun lagu religi lainnya.

Status facebook, timeline twitter, bbm, sms, line, whatsup, wechat, kakaotalk dan sosial media lainnya ramai oleh ucapan maaf dan rasa sedih karena ramadhan berlalu. Ah, ramadhan dengan mudah mengubah hati seseorang, yg tak pernah pegang al quran tiba-tiba berkeinginan untuk minimal membacanya walau sedikit, yg tak pernah sedekah berusaha menyisihkan pendapatannya walau sedikit, yg jarang membeli baju mendapat baju yang diinginkan, silaturahmi yang terputus kemudian tersambung karena minimal ada ucapan maaf menjelang ramadhan dan di akhir ramadhan. Ada niatan untuk berubah ke arah yg lebih baik.

Bagi yang senang bersilaturahmi, tiap momen buka puasa dijadikan ajang untuk mempererat tali silaturahmi. Mulai dari buka bersama teman SD, SMP, SMA, kampus, tim futsal, kantor, gebetan, mantan pacar, keluarga, teman kursus, tetangga, teman facebook, teman di twitter club motor dan yang lainnya.

Perubahan adalah esensi dari ramadhan. Ijazah yg didapat dari ramadhan tidak seperti pendidikan formal lainnya. Ketika lulus dari sekolah maka seseorang akan mendapat ijazah beserta pencapaian nilai akademiknya. Ramadhan tidak memberikan lembaran ijazah formal bagi individu yg menjalankannya. Ijazah tanpa kertas setelah ramadhan setiap saat diuji dalam amaliah kehidupan sehari-hari pasca ramadhan. Kemampuan berempati kepada yang berkekurangan, menahan diri dari perbuatan buruk, toleran adalah beberapa pencapaian yang diharapkan.

Ramadhan, kami ingin jumpa denganmu di tahun-tahun berikut, dengan amalan yg lebih baik, menjad manusia yang lebih baik, manusia yang bermanfaat bagi sesamanya. Selamat Iedul Fitri 1434, mohon maaf lahir dan bathin.

Cibuntu, 7 Agustus 2013.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s