Selamat Ulang Tahun Kabupaten Bekasi

15 Agustus 2013 Kabupaten Bekasi berusia 63 tahun. Jika diibaratkan dengan manusia maka Kabupaten Bekasi sudah uzur dan memiliki beberapa cucu. Sebagai kabupaten tentu usia 63 masih sangat belia. Kabupaten Bekasi “hanya” lebih muda beberapa tahun dibandingkan dengan usia Indonesia yang 17 Agustus ini berusia 68 tahun.

Sebagai warga Kabupaten Bekasi, kurang lebih 26 tahun saya bergelut dengan kehidupan masyarakat Bekasi. Ayah dan Ibu saya adalah pendatang dari Ciamis. Mereka datang ke Bekasi semenjak usia sekolah menengah, Sekolah Pendidikan Guru. Ayah saya sudah tinggal di Bekasi dari tahun 70an sedangkan ibu dari tahun 80an. Saya dan adik saya lahir dan besar di Bekasi. Bekasi adalah tanah asal saya, kampung halaman tercinta.

Saya merasakan betul perubahan Kabupaten Bekasi hingga saat ini. Perubahan yang demikian cepat dan signifikan. 90an awal saya tinggal di perumahan guru SDN Anggrek (saat ini SDN Cibuntu 03) di samping Kali Malang. Saya ingat betul jalan kali malang yang saat ini sudah menjadi dua jalur masih jalanan tanah yang sangat jarang dilewati orang. Saya masih bisa main sepeda tanpa khawatir tertabrak motor atau mobil sesuatu hal yang mungkin tidak dapat dinikmati anak-anak sekarang. Saya pun masih ingat di daerah saya belum masuk aliran listrik sehingga ketika menonton televisi kami harus menggunakan accu. Ayah saya masih sering memancing dengan santai di kali malang atau sesekali menjaring ikan dan juga menaruh keramba di pinggir kali malang. Keramba adalah kotak yang dibuat dari bambu yang berukuran 3X1 m yang di dalamnya diisi oleh ikan peliharaan. Keramba sudah sangat jarang saya lihat di sepanjang kali malang saat ini. Ah rasanya rindu sekali dengan suasana 90an ini.

Kabupaten Bekasi saat ini sudah berubah pesat. Pembangunan jalan, perubahan lokasi kantor pemerintahan, Mal-mal, perumahan-perumahan terjadi begitu cepat. Akan tetapi dalam penglihatan saya sebagai warga Bekasi masih banyak hal yang perlu diperbaiki oleh Bekasi. Pembangunan tanpa memperhatikan analisis dampak lingkungan sepertinya masih terus berjalan. Beberapa fasilita publik tidak terawat dengan baik. Jalanan masih banyak yang tidak dirawat dengan baik -perbaikannya hanya ketika musim kampanye. Jalan di depan SD saya (Cibuntu 03) baru rampung beberapa hari menjelang Iedul Fitri.

Jika anda warga Bekasi tentu tahu Pasar Cikarang. Yang saya rasakan tidak terlalu banyak perubahan yang baik di pasar ini. Padahal sebagai pasar rakyat, pasar ini sangat potensial. Tiap menjelang lebaran pasar ini sangat ramai, tentu jika fasilitasnya diperbaiki akan lebih menjanjikan dan menjadi masukan bagi pemerintah kab. Bekasi. Di sebelah pasar memang ada sentra grosir, tetapi pasarnya sendiri sangat tidak baik. Kotor, susah parkir, semrawut, macet dan bau tak sedap. Saya membayangkan jika pasar ini dikelola dengan baik dengan lahan parkir yang memadai, tentu akan baik baik warga dan pemerintahan kabuten Bekasi sendiri. Saya termasuk yang tidak senang ke pasar karena keadaan tersebut. Ibu saya adalah warga Bekasi yang senang ke pasar Cikarang karena menurutnya kualitas barang yang ditawarkan baik dan harganya lebih murah. Saya ke pasar ketika harus mengantar ibu saya dan selalu miris. Pergantian kepala daerah tidak membuat perubahan pada pasar ini. Membaca bagaimana pemerintah Prov. Jakarta dapat merubah Tanah abang menjadi lebih indah dan tertata membuat saya berimajinasi seandainya pimpinan daerah Kab. Bekasi punya political will untuk membangun pasar tradisional menjadi lebih baik.

Bekasi punya potensi luar biasa. Dua kawasan Industri besar ada di sini, kawasan industri MM2100 dan Kawasan Jababeka. Pabrik-pabrik besar menyerap jutaan tenaga kerja dari berbagai provinsi. Sayangnya keberadaan kawasan industri tersebut belum dioptimalkan. Sumbangan besar bagi penerimaan pajak tentu dapat dibangun untuk Bekasi yang lebih baik.

Bekasi yang dibangun atas prinsip cinta dan kebersamaan. Bekasi akan lebih indah jika masing-masing warganya sadar bahwa Bekasi butuh kontribusi dari tiap individu yang ada di dalamnya. Sampai saat ini saya merasa kontribusi untuk Bekasi sangat tidak memadai karena semenjak lulus kuliah belum ada satupun sekolah yang mau menerima saya menjadi tenaga pendidik. Saya lebih banyak beraktivitas di Jakarta dan tinggal di Jakarta. Kecintaan saya terhadap Bekasi tidak pernah luntur.

Selamat Ulang Tahun Kabupaten Bekasi, semoga menjadi Kabupaten yang lebih ramah terhadap warganya sendiri.

Cibuntu, 15 Agustus 2013

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: