Indonesia Merdeka

Apa makna Indonesia bagi anda? Setiap orang tentu memiliki jawaban yang berbeda ketika ditanya apa makna Indonesia bagi mereka. Jawaban yang dikeluarkan adalah pernyataan subjektif tentang pengalaman masing-masing individu selama menjadi bagian dari negara ini. Indonesia negara yang dirajut oleh tangan-tangan yang luar biasa para founding fathers dan mothers yang lewat kegigihannya tetap menginginkan bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Atas nama bangsa Indonesia adalah kata-kata sakti penuh kekuatan seperti yang diungkapkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta 68 tahun yang lalu. Indonesia tidak dibangun karena negeri ini sudah hebat, sudah kaya, atau sudah memiliki aset negara yang besar. Negeri ini tentu dibangun oleh founding fathers dan mothers karena keyakinan bahwa Indonesia akan menjadi besar di masa yang akan datang.

Rangkaian sejarah negara ini membuktikan bahwa kita memiliki tokoh-tokoh hebat dan mumpuni untuk memerdekakan Indonesia dari belenggu penjajahan. Negarawan otodidak dengan modal cinta tanah air tanpa jargon dan spanduk. Individu-individu hebat yang meninggalkan kemasyhuran dan kekayaan demi cita-cita Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Wajah mereka tidak pernah muncul setiap saat di televisi, koran, ataupun spanduk di pinggir jalan. Mereka dikenal karena ide bukan karena polesan pencitraan lembaga survei. Entah apa yang terjadi ketika para koruptor negeri ini bertemu dengan para founding fathers dan mothers di akhirat kelak?

Tokoh-tokoh lintas suku, agama, afiliasi politik, maupun ideologi bahu membahu membangun Indonesia baru 68 tahun yang lalu. Perbedaan pendapat tentu muncul karena perbedaan nilai perjuangan yang dianut. Tidak dapat disangkal negeri ini beberapa kali mengalami masa pahit dalam kegiatan berbangsa dan bernegara. Entah bentrok antar suku, agama, maupun ideologi politik. Masa-masa pahit tersebut sudah semestinya dijadikan pelajaran berharga untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Bukankah pengalaman adalah guru yang paling baik? Jika prasangka dan konflik masih menjadi dasar dalam membangun bangsa ini, tentu besar kemungkinan bahwa beberapa tahun ke depan Indonesia hanya akan dikenang sebagai catatan sejarah saja di buku-buku sejarah.

Indonesia hebat karena terdiri dari kumpulan etnis, bahasa, suku bangsa, agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Bhineka tunggal ika menyiratkan bahwa memang pada hakikatnya kita berbeda satu sama lain. Ikatan yang sama ketika kita mengakui bahwa tumpah darah kita adalah Indonesia. Indonesia yang tidak hanya dikuasai oleh sebagian elit saja tetapi Indonesia yang mampu menjadi payung dan memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. Keadilan yang dirasakan seluruh elemen bangsa bukan keadilan semu.

Kesadaran diri sebagai bangsa sehingga setiap ikatan berusaha dijalin dengan erat sepertinya mulai terdegradasi. Indonesia yang bermartabat dan berkeadilan belum nampak dalam realitas kehidupan sehari-hari. Pemimpin yang amanah masih sangat langka. Jika dahulu stok pemimpin nasional di awal kemerdekaan sangat banyak dengan kejujuran, ketulusan, dan kesederhanaan maka saat ini yang ditampilkan oleh elit negeri ini adalah kemewahan yang bahkan tak dapat dibayangkan oleh warganya sendiri. Sibuk mencari popularitas dan menyemaikan jargon tanpa kerja nyata.

Perjalanan Indonesia masih panjang. Negeri dengan kekuatan yang luar biasa namun belum mampu menampilkan kekuatannya tersebut. Negeri yang masih ribut dengan sesamanya karena permasalahan-permasalahan yang tidak prinsipil. Negeri di mana para pemimpinnya masih sibuk dengan dirinya dan mabuk dengan kekuasaannya. Negeri di mana masyarakat belum dilayani tetapi harus melayani. Pekerjaan rumah yang harus diperbaiki bersama. Di antara yang buruk tentu Indonesia memiliki banyak hal baik dan hal ini yang perlu diperkuat.

Selamat Ulang Tahun Indonesia, semoga menjadi negeri yang lebih bersahabat bagi rakyatnya sendiri.

Rawamangun, 17 Agustus 2013

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

2 thoughts on “Indonesia Merdeka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: