Politik dan Kebangsaan

Siapa Calon Presiden Pilihan Anda?

Survei Capres (kompas.com)
Survei Capres (kompas.com)

Survei Kompas terbaru menempatkan Jokowi sebagai calon presiden dengan tingkat keterpilihan yang paling tinggi dibanding kompetitor lainnya. Dibandingkan dengan calon presiden lainnya yang sudah menggadang-gadangkan dirinya sejak awal, Jokowi baru masuk ke bursa calon presiden setelah menjadi Gubernur terpilih DKI untuk masa jabatan 2012-2017. Elektabiltasnya dalam survei Kompas meningkat. Saat disurvei periode Desember 2012 elektabiltasnya adalah 17,7% dan setelah 6 bulan kemudian elektabilitasnya meningkat menjadi 32,%. Arti dari survei tersebut adalah jika pemilu diadakan hari ini maka besar kemungkinan Jokowi menjadi Presiden. Jokowi sangat fenomenal, kepemimpinan di Solo selama hampir dua priode mengantarkan dirinya sebagai salah satu pimpinan daerah yang dianggap sukses mengelola daerahnya dengan baik.

Kemenangan Jokowi di Pemilukada DKI Jakarta pada tahun 2012 membuat nama Jokowi semakin dipertimbangkan dalam bursa kepemimpinan nasional. Calon Presiden lainnya merupakan nama lama yang masih mewarnai bursa calon presiden. Dalam survei yang diadakan oleh Kompas, beberapa nama sudah sangat dikenal publik karena pernah berkompetisi dalam pemilihan presidenperiode 2004-2009 dan 2009-2014. Sebut saja Megawati (8%) dan Wiranto (kurang dari 5%) yang sudah mulai berkompetisi dari tahun 2004, Prabowo (15%) yang sudah mulai mencalonkan diri dari tahun 2009, Jusuf Kalla (4,5%) mantan Wakil Presiden periode 2004-2009. Tokoh lain yang belum pernah mencalonkan diri pada tahun 2004 dan 2009 adalah Abu Rizal Bakrie (8,8%) kemudian beberpa tokoh yang memiliki elektabilitas di bawah 5% antara lain Mahfud MD, Surya paloh, Rhoma Irama, Dahlan Iskan, Hidayat Nur Wahid, Sultan HB X, Hatta Rajasa, Anies Baswedan, Suryadharma Ali, Ani Yudhoyono, Sri Mulyani, Muhaimin Iskandar, Yusril Ihza Mahendra, dan Pramono Edie.

Tentu dengan tawaran calon presiden yang udah dimunculkan saat ini memberikan masyarakat pilihan yang lebih baik. Semakin banyak calon yang muncul itu juga sebagai salah satu tanda bahwa stok kepemimpinan nasional di negeri ini masih banyak. Tidak hanya calon “tua” tapi juga calon Presiden “muda” potensial. Yang perlu dikritisi dan dikawal adalah agar setiap media mampu memberikan informasi seobjektif mungkin dan tetap berpihak kepada masyarakat bukan kepada pemilik modal, berpihak pada yang benar bukan yang bayar. Masyarakat perlu pendidikan politik yang baik dari media yang independen, media yang memberitakan yang seharusnya. Pencerdasan politik penting dilakukan oleh media.

Headline Suksesi 2014 Sangat Penting di Kompas Cetak edisi Senin, 26 Agustus 2013 menyiratkan pesan penting bahwa harus ada tokoh baru yang memimpin negeri ini. Tokoh dengan semangat pembahruan yang mampu memberikan angin segar bagi demokrasi Indonesia dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam beragam bidang kehidupan. Di era Reformasi Indonesia sudah mengalami beberapa kali pergantian tampuk kepemimpinan nasional mulai dari Era Presiden Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Setiap era kepemimpinan memiliki perannya masing-masing. Baik buruk dari masing-masing kepemimpinan tentu tak perlu disesali karena semuanya adalah produk dari Pemilu. Ke depan, siapapun Presiden yang terpilih di Pemilu 2014 adalah sosok yang diharapkan memiliki integritas yang kokoh dan pastinya akan bekerja lebih keras untuk menyelesaikan permasalahan negara ini.

Hawa segar kedewasaan politik sudah muncul pada Pemilukada 2012 di DKI Jakarta ketika muncul tokoh muda Jokowi dan Basuki yang merupakan “orang luar” Jakarta. Jokowi sudah teruji di Solo dan Basuki sudah teruji di Bangka Belitung dan sebagai anggota DPR RI. Keduanya dianggap sukses mengelola daerahnya masing-masing. Eksekusi pilihan masyarakat Jakarta yang menyerahkan pilihannya kepada keduanya tentu dengan pertimbangan yang matang. Saat ini masyarakat sudah memiliki perangkat yang memadai untuk menilai secara bijak siapa yang dianggap mampu melesaikan permasalahan di Jakarta. Pengalaman keduanya di daerah diharapkan dapat diaplikasikan dalam menyelesaikan permasalahan Jakarta yang luar biasa kompleks. Tantangan di Jakarta tentu lebih rumit dengan beragam karakter warganya. Hingga saat ini beberapa perubahan sudah dilakukan, beberapa yang disorot oleh media secara besar adalah penataan Waduk Pluit dan Pasar Tanah Abang.

Di tengah gencarnya pemberitaan media mengenai pemberitaan Jokowi dan Basuki, ternyata juga berdampak pada munculnya Jokowi sebagai salah satu Calon Presiden yang diharapkan ikut berkompetisi di tahun 2014. Kenapa Jokowi begitu populer? Yang penulis perhatikan adalah karena sikap apa adanya. Jokowi bicara dengan bahasa rakyat bukan bahasa birokrat yang rumit. Bicara denga rakyat bukan mengatas namakan rakyat. Hal yang membuat saya terharu adalah ketika idul fitri kemarin ia meminta maaf kepada rakyat karena sebagai pemimpin masih banyak merasa salah. Jokowi begitu fenomenal, sehingga setiap ada kegiatan kenegaraan di mana ada tokoh lain, Jokowi masih paling ditunggu dan dicari oleh rakyat. Pantas tidaknya Jokowi sebagai Presiden 2014 tentu bergantung pada kekuatan suara rakyat.

Pemilu 2014 semakin menarik ketika menyaksikan beberapa tokoh sudah mendeklasikan bahwa dirinya adalah Calon Presiden dan Wakil Presiden 2014. Wajah beberapa tokoh sudah mewarnai media terutama Televisi beberapa waktu ini. Semakin banyak pilihan semakin mudah rakyat untuk menentukan pilihannya. Semoga semakin banyak tokoh muda potensial yang muncul untuk bursa Calon Presiden. Selain itu perlu kedewasaan partai untuk membidik tokoh yang mampu mendorong perbaikan di negeri ini. Jika sudah begitu nampaknya angin suksesi 2014 akan mengarah pada perbaikan, bukan seremoni tanpa arti yang secara artifisial menghasilkan pemimpin baru bermental masalalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s