Ayo Kunjungi Garut

Sebenarnya tulisan ini harusnya sudah diposting beberapa minggu yang lalu. Tapi karena beberapa hal maka saya baru punya kesempatan untuk mempostingnya saat ini. Beberapa minggu yang lalu saya dan beberapa teman guru (Bu Aykah, Bu Ika, Pak Andhika, Pak Ken dan Pak Ubang) melakukan perjalanan ke Garut dalam rangka melakukan survei PLASA (Penelitian Lapangan Aksi Sosial dan Alam). Kegiatan PLASA ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan di SMAI Al Izhar setiap tahun. Secara umum terdapat tiga tujuan PLASA ini, pertama, sebagai sarana latihan kerja ilmiah, karena peserta didik harus melakukan penelitian ilmiah. Kedua, kemampuan untuk toleran terhadap keberagaman, dalam hal ini peserta didik harus bergaul dengan host parent dan lingkungan sekitarnya. Ketiga, melakukan aksi sosial di tempat mereka tinggal.

PLASA tahun ini salah satu lokasi yang direncanakan adalah Garut. Survei ini dilakukan untuk melihat potensi untuk dijadikan lokasi PLASA tahun ini. Garut merupakan bagian dari provinsi Jawa Barat. Perjalanan dari Jakarta ke Garut sekitar 5-6 jam. 5-6 Jam adalah waktu tempuh yang standar apabila kondisi jalan tidak macet. Lokasi pertama yang menjadi tujuan kami adalah daerah Kecamatan Leles. Salah satu potensi di Kecamatan Leles adalah Situ Cangkuang. Situ Cangkuang memiliki potensi yang luar biasa. Di pulau seberang situ Cangkuang terdapat Candi Cangkuang. Nama Candi Cangkuang diambil dari nama desa tempat candi ini berada. Kata ‘Cangkuang’ sendiri adalah nama tanaman sejenis pandan (pandanus furcatus), yang banyak terdapat di sekitar makam, Embah Dalem Arief Muhammad, leluhur Kampung Pulo. Daun cangkuang dapat dimanfaatkan untuk membuat tudung, tikar atau pembungkus gula aren. (Sumber: http://candi.pnri.go.id/jawa_barat/cangkuang/cangkuang.htm)

DSC09864rakit yang mengantar ke Pulau di tengah Situ

Untuk sampai ke lokasi maka kita harus menaiki rakit yang sudah ada di sisi situ. Kalau mau cepat tinggal bayar borongan dan kita akan ditunggu selama berkeliling di lokasi. Jika mau berlama antri dan bayar lebih murah maka harus rela untuk menunggu. Kira-kira lima menit kita sudah diantar menyebrang ke tempat Candi dan Makam berada. Bagi yang berminant untuk mengunjungi Situ Cangkuang ada beberapa hal menarik yang dapat diperoleh mulai dari aspek religi (ada candi dan makam salah satu penyebar Islam), budaya (terdapat Kampung Pulo), dan tanaman obat (terdapat beberapa tanaman obat yang ditanam), juga menikmati pemandangan alam yang indah. Di Museum misalnya seperti yang diungkapkan Pak Zaki terdapat workshop pembuatan kertas tradisional dan tinta. Selain itu jenis apotik hidup yang terdapat di lokasi sekitar 150 jenis pohon.  Berikut beberapa foto yang berhasil saya ambil;

DSC09856Plang Situ Cangkuang

DSC09857Pintu Masuk Situ Cangkuang

DSC09858Biaya MasukDSC09859Rakit yang digunakan untuk Melintas ke Candi Cangkuang

DSC09869Salah satu Penduduk Lokal Menaiki rakit

DSC09870Cagar Budaya Candi CangkuangDSC09871Pintu Masuk ke Arah Rumah Adat, Candi, Makam

DSC09872Beberapa Barang yang Dijual di Sekitar Tempat Wisata

DSC09873Pintu Masuk Kampung Pulo

DSC09874Masjid Adat Kampung Pulo

DSC09875Salah satu Rumah Adat Kampung Pulo

DSC09880Komplek Rumah Adat Kp. Pulo

DSC09883Pak Zaki Petugas Dari Dinas Kepurbakalaan

DSC09891Salah Satu Koleksi dari Museum

DSC09890Proses Pemugaran Tahun 1974-1976

DSC09929Candi Cangkuang dan Makam Embah Dalem Arif Muhammad

DSC09932Candi Cangkuang

DSC09933Makam Embah Dalem Arif Muhammad

Setelah menikmati Situ Cangkuang kami melanjutkan perjalanan ke wilayah perkotaan Garut, salah satunya adalah mengunjungi pabrik Dodol Picnic yang legendaris.

DSC09969Pabrik Dodol Picnic

Dodol Picnic adalah salah satu produk khas dari Garut. Setiap orang yang ke Garut rasanya belum afdol kalau tidak membawa oleh-oleh dodol picnic ini. Dari sini kami menuju wilayah Desa Sirnasari dan Desa Sukakarya yang memiliki potensi antara lain ; Berbagai jenis krupuk, Konveksi Jaket (home industry), Pertanian (sawah).  Kemudian dilanjutkan ke   Desa Sukarasa & Desa Sukalaksana : Akar wangi, Bunga Mawar, Perkebunan (sayur mayur).

DSC00072Akar Wangi, Salah satu Unggulan Garut

DSC00082Salah Satu Komoditas Pertanian

DSC00032Salah Satu Destilasi Akar Wangi

DSC09990Salah Satu Home Industry Kerupuk

DSC09992Menggoreng Kerupuk, Mencari Rizki

DSC00069Diskusi dengan H. Ede, Pengusaha Akar Wangi

DSC00071H. Ede Ketika Menjadi Delegasi di Dubai

Masih ada beberapa tempat yang kami kunjungi di Garut. Setiap tempat memberikan ketakjuban baru akan luar biasanya potensi Indonesia. Baru di Garut saja potensi yang ada sudah sangat banyak, tak bisa dibayangkan bagaimana potensi Indonesia secara keseluruhan. Yang saya tampilkan hanya sebagian dari keindahan dan potensi wilayah Garut. Jika ingin tahun Garut lebih jauh situs pemerintahan Garut (http://www.garutkab.go.id) yang berisi secara lengkap dan terperinci potensi dari tiap wilayah. Setiap perjalanan pasti memberikan pelajaran bagi setiap orang yang mau mengambil hikmah. Perjalanan ke Garut semakin menggugah bahwa bangsa ini sangatlah luar biasa. Sayang sekali jika kita tak mengenal bangsa ini dengan baik.

Pondok Labu, 5 Februari 2014

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s