pendidikan

Menjadi Guru PKn Yang Mencerdaskan dan Mencerahkan

Jika anak-anak SMA di survei dan ditanya setelah lulus mereka akan kuliah mengambil jurusan apa pasti akan muncul jawaban Kedokteran, Hukum, Farmasi, Ekonomi, Sosial Politik, Komunikasi, Hubungan Internasional, Arsitektur dan Program Studi mentereng lain yang dianggap memiliki prospek yang cerah di masa depan. Hal tersebut tidak salah, ketika saya SMA pun harapan mendapat jurusan berkualitas dan kampus terkenal.

Pada akhirnya saya memasuki Jurusan Ilmu Sosial Politik Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (UNJ) di Universitas Negeri Jakarta. Memasuki Prodi PPKn berarti saya adalah calon guru Pendidikan Kewarganegaraan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kenangan saya lalu kembali ketika masa SMP maupun SMA ketika belajar PKn dengan beberapa guru saya. Saya tidak terlalu menggemari PKn karena saya tidak terlalu suka dengan politik atau pun kenegaraan, minat baca saya ketika sekolah dahulu tidak di bidang tersebut, acara-acara politik pun tak terlalu saya gemari. Salah satu guru yang saya favoritkan adalah Pak Hatta guru PKn ketika saya di MAN Cipasung. Menurut saya pengetahuan dan cara menyampaikan materi pembelajaran di kelas sangat menarik.

Ketika masuk ke UNJ saya baru menyadari bahwa pemahaman tentang informasi terkini dan kemampuan membaca sangat penting bagi seorang guru. Guru harus dapat memberikan pencerahan-pencerahan kepada para peserta didiknya. Guru harus memacu peserta didik untuk berpikir mengenai apa yang mereka hadapi di masa datang, tak hanya melulu menyampaikan pembelajaran yang ada dalam kurikulum dan memberi tugas saja. Meningkatkan minat anak untuk belajar bukan hal yang mudah.

Setiap guru PKn pasti menyadari bahwa PKn bukan mata pelajaran yang seksi sehingga menarik minat anak untuk belajar. Prioritas anak kemungkinan besar lebih pada pelajaran-pelajaran yang diujian nasionalkan seperti Sosiologi, Geografi, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Biologi, Fisika,  dan Kimia sementara untuk pelajaran PKn mereka akan memandang sebelah mata. Oleh karena itu guru PKn harus memiliki kekuatan untuk membuat pelajaran PKn menjadi menarik dan bermanfaat bagi para peserta didik di masa depan.

PKn dalam konteks sejarah perjalanan kurikulum telah berulang kali berganti nama dan konten yang dipelajari. Mulai dari Kewarganegaraan, Civics, Pendidikan Moral Pancasila, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dan saat ini Pendidikan Kewarganegaraan. PKn dalam kurun waktu tertentu dijadikan negara untuk memberikan nilai-nilai yang “disetujui” negara. Mendengar cerita salah satu rekan guru bahwa ketika ia sekolah bahkan guru PKnnya menyuruh peserta didik di sekolahnya untuk memilih salah satu partai yang “direstui” oleh Pemerintah Orde Baru.

Era sudah berubah, jika di masa lalu konten PKn lebih banyak berisi mengenai tatakrama, toleransi, budi pekerti, saling menghormati dan lain-lain. Lebih banyak konteks afektifnya yang ditekankan dalam konten PMP dahulu. Saat ini secara umum peta pembelajaran PKn adalah mengenai ideologi, sosial politik, kebangsaan, hukum, globalisasi, ketatanegaraan, hubungan internasional, dan hukum internasional.

Guru dalam hal ini harus memberikan pencerahan kepada peserta didik mengenai konten-konten tersebut supaya mampu mereka pahami dengan baik sesuai dengan tingkatan usia mereka. Pembelajaran PKn yang biasa saja tentu tidak akan memberikan pencerdasan kepada peserta didik.

Saya baru beberapa tahun ini menjadi Guru, tentu perjalanan saya sebagai guru masih kalah jauh dari senior-senior Guru yang sudah mengajar dan mengabdi puluhan tahun. Dari pengalaman saya yang sebentar ini saya memperhatikan bahwa  salah satu tujuan pembelajaran PKn yang utama adalah agar para peserta didik menjadi warga negara yang baik. Kriteria warga negara yang baik bukan sebagai mereka yang “nurut-nurut” dan “manut-manut” saja terhadap segala kebijakan pemerintah, hanya mendengar dan patuh. Warga negara yang baik adalah mereka yang mengetahui hak dan kewajibannya dan tetap kritis dengan kebijakan yang dibuat pemerintah.

Sebagai guru maka peserta didik harus dibiasakan menjadi pribadi yang kritis dan mampu menganalisa permasalahan yang ada di sekitar mereka berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah. Mereka harus dikenalkan dengan keadaan realitas bangsanya yang beragam. Mereka harus sadar bahwa bangsa ini memerlukan generasi yang mumpuni dari segi intelektual, emosional dan siap bekerja untuk kemajuan bangsa di manapun nantinya mereka bekerja. Tugas ini lebih berat dibanding menyampaikan definisi-definisi mengenai k0nten PKn yang diujikan pada ulangan umum semester maupun ujian sekolah.

Beberapa yang pernah saya lakukan agar mereka lebih dekat dengan masyarakat adalah memberikan penugasan-penugasan langsung seperti wawancara tokoh, survei politik, dan observasi. Belajar dari masyarakat adalah hal penting karena di sanalah mereka akan mengabdikan dirinya terlepas apa pilihan profesi yang akan mereka ambil.

Dengan mewawancarai tokoh politik maka mereka sedikitnya akan memahami bagaimana tokoh-tokoh tersebut mensosialisasikan ide dan gagasan mereka serta strategi mereka di bidang politik. Dengan observasi dan survei mereka akan tahu bagaimana pengetahuan masyarakat umum mengenai kondisi politik yang ada saat ini.

Mereka perlu dihadapkan langsung dengan realitas bangsa yang begitu beragam. Isu-isu tentang realitas sosial, politik, hukum dan kebangsaan juga menjadi penting agar mereka menjadi lebuh menyadari apa yang ada di bangsa ini.

Yang saya ajar saat ini adalah anak-anak berusia 16-17 tahun. Saya sering bilang kepada mereka ketika Indonesia berusia 100 tahun mereka kira-kira berada pada rentang usia 45-50 tahun. Ketika usia tersebut mereka sudah menjadi leader di masing bidang yang mereka geluti. Maka kualitas mereka yang mumpuni dan peduli terhadap bangsa ini adalah sesuatu yang penting.

Saya lalu mengilustrasikan bahwa Kerajaan-kerajaan hebat masa lalu hanya bertahan kurang lebih beberapa abad saja kekuasaanya. Majapahit dan Sriwijaya misalnya saat ini tinggal sejarah saja. Jangan sampai karena generasi muda Indonesia tidak siap di usia 100 tahun Indonesia hanya tinggal sejarah di buku-buku sejarah. Rentang panjang sejarah dan nafas bangsa ini harus diperpanjang oleh kehebatan putra dan putri bangsa yang peduli terhadap negerinya.

Kasus korupsi, kekosongan tokoh yang mampu hadir sebagai guru bangsa dengan memberikan teladan tentu menjadi keprihatinan bangsa ini. Kekosongan itu harus segera diisi. Guru PKn yang hanya memiliki waktu dua jam perminggu tentu sangat berat untuk memikul beban ini. Yang dapat kita lakukan sebagai guru PKn adalah sedikit memberikan penyadaran dan terus berusaha memberikan pencerahan agar generasi yang dididik pada era ini adalah generasi yang unggul dengan pola pikir kritis dan konstruktif.

Jangan pernah merasa bahwa guru PKn tidak punya posisi strategis yang terpenting siapkan diri dengan penguasaan materi yang mampu memberikan pencerahan dan pencerdasan bagi peserta didik.

Guru PKn yang memiliki integritas dengan wawasan keilmuan yang baik sangat dibutuhkan agar lebih banyak peserta didik yang tercerahkan dan tercerdaskan. Saya masih terus berusaha belajar, berusaha memperbaiki diri. Menjadi guru yang memiliki integritas adalah hal yang berat. Mudahan-mudahan kita selalu konsisten, demi Indonesia yang lebih baik.

Pondok Labu, 21 Februari 2014

Advertisements

21 thoughts on “Menjadi Guru PKn Yang Mencerdaskan dan Mencerahkan”

  1. Halo Ayu,
    Secara lengkap kamu bisa buka website prodi/jurusan PPKn di universitas yang memiliki program studi PPKn seperti UNJ, UPI, UNY, UM, UNESA, dan universitas lainnya. Secara umum yang dipelajari materi-materi politik pemeritahan (pengantar ilmu politik, pemikiran politik dst), Hukum (pengantar ilmu hukum, hukum pidana dan perdata, hukum acara pidana dan perdata, hukum agraria, perdagangan dst), teori pembelajaran (perencanaan pembelajaran, micro teaching, teori belajar dan pembelajaran, metodologi penelitian dst) dan materi lainnya. Materi tersebut sebagai bahan pembelajaran di mengajar ketika menjadi guru nantinya. Semoga membantu ya.

    Salam,
    Anggi Afriansyah

    1. Halo Railsa
      Betul. Guru PKn punya peran strategis untuk menginternalisasikan nilai2 positif ke peserta didik. Harapannya tentu agar peserta didik ke depannya akan menjadi warganegara yg kritis dan kontributif bagi negara.

      Salam

      Anggi

  2. Terima kasih artikelnya sangat menginspirasi sekali, kebetulan saya juga jurusan pendidikan kewarganegaraan dan sedang PPL. Metode apakah yang paling efektif agar peserta didik itu tidak boring, walaupun materi Pembelajarannya kurang menarik. Terimakasih

  3. halo kak aku juga diterima di jurusan pkn tahun ini. Kak jurusan PKN kan tidak termasuk materi UN dan mapel yang kurang stabil. Maksud saya selalu ada pergantian nama misalnya ppkn berubah menjadi PKN. Apakah kurikulum atau materi pengajaran nanti akan berebeda?Menurut kakak gimana?Apakah prospek kerjanya luas?
    Tolong dijawab..terima kasih

    1. Halo Nuralifah,
      Selamat bergabung menjadi Mahasiswa PPKn. Kamu bisa baca mengapa ada perubahan nama dalam pelajaran PPKn. Untuk prospek pada akhirnya bergantung pada diri kamu sendriri untuk memasarkan diri. Jangan hanya kuliah pulang saja tanpa ikut organisasi. Libatkan diri kamu dalam setiap kegiatan kampus. Jangan kuper. Karena di kampus kamu sudah mulai membangun jejaring yang nantinya akan bermanfaat ketika kamu sudah bekerja. Jangan lupa juga untuk rajin membaca aapa saja.

      Semoga sukses ya.
      Salam
      Anggi Afriansyah

  4. halo kak aku juga diterima dijurusan pkn tahun ini. Kak kan jurusan PKN bukan termasuk materi UN, dan saudara saya mengatakn jurusan ini kurang stabil. Karena selalu berganti nama. Menurut kakak gimana?lalu selain menjadi guru prospek kerja lainnya apa kak?
    terima kasih kak,mohon dibalas segera

  5. Halo Ka, saya mau tanya..
    bagaimana sih ka, cara mengajar efektif agar siswa bisa memahami dan mengimplementasikan pelajaran PKN dalam kehidupan sehari ? apa lagi saat ini, pemerintah tengah menerapkan kurikulum 2013, yg menuntut siswa agar berperan aktif dalam proses belajar mengajar..

    terima kasih
    Prayoga Dwi Wibowo

    1. Halo Prayoga,
      Yang jelas berdasarkan pengalaman saya, sebagai guru kita harus benar-benar menguasai materi pembelajaran juga mengikuti isu aktual mengenai kewarganegaraa, politik, hukum, kebangsaan dan sosial juga isu lainnya. Agar materi yang disampaikan kaya dan menggugah siswa untuk mencari tahu. Siswa harus diberi ruang besar untuk mengeksplorasi, namun, tetap diberi rambu-rambu. Jangan dibebaskan namun tak diarahkan. Selamat mengajar.

      Salam,
      Anggi

  6. Halo kak, izin bertanya. kalau mau masuk universitas jurusan PPKn dengan jalur SBMPTN maka ambilnya soshum kan? dan di UNJ sendiri peminat prodi ini banyak atau bagaimana? terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s