Untuk Para Wakil Rakyat

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana, di gedung DPR

Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman teman dekat
Apalagi sanak famili

Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Di kantong safarimu kami titipkan
Masa depan kami dan negeri ini
Dari Sabang sampai Merauke

Saudara dipilih bukan dilotre
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam, juara he’eh, juara ha ha ha……

Untukmu yang duduk sambil diskusi
Untukmu yang biasa bersafari
Di sana, di gedung DPR
Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan
Jangan ragu jangan takut karang menghadang
Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju……”

(Iwan Fals)

Lagu tersebut adalah lagu legendaris yang dinyanyikan oleh bang Iwan sejak tahun 1987. Sudah 27 tahun yang lalu lagu tersebut dinyanyikan dan masih kontekstual sampai saat ini. Saya coba cari di internet seunguhnya dari tahun berapa lagu tersebut sudah mulai dipublikasikan untuk konsumsi masyarakat. Saya mendapatkan beberapa sumber salah satunya dari iwanfalsmania.com, dari web tersebut dijelaskan  lagu wakil rakyat merupakan lagu fenomenal karya Ma’mun yang dinyanyikan Iwan Fals. Selain itu dari wikipedia saya mendapatkan informasi bahwa lagu ini dicekal dan tak boleh ditayangkan di televisi karena dianggap menghina atau melecehkan wakil rakyat dan pejabat. Lagu ini juga ternyata meledak di pasaran pada masa pemilu 1987.

Jika melihat rentang 27 tahun maka lagu yang dibawakan oleh Bang Iwan sangat kontekstual dengan perilaku sebagian Wakil Rakyat di Indonesia yang masih belum berpihak dengan aspirasi rakyat. Jika melihat masih banyaknya calon anggota legislatif yang lebih cenderung mengeluarkan uang banyak untuk memikat rakyat. Calon yang punya program baik dan visi membangun Indonesia dengan baik agak sulit bersaing dengan caleg yang punya uang yang lebih banyak. Walaupun dari media massa banyak caleg dengan visi baik dan rekam jejak baik memperoleh kesempatan untuk duduk di parlemen. Caleg-caleg baik itu diharapkan mampu menyuarakan aspirasi dari masyarakat.

Jika merujuk pada UUD 1945 pasal 20 dinyatakan:

  1. Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan.
  2. Dalam melaksanakan fungsinya, selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain Undang-Undang Dasar ini, Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat.
  3. Selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain Undang-Undang Dasar ini, Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat, serta hak imunitas.
  4. Ketentuan lebih lanjut tentang hak Dewan Perwakilan Rakyat dan hak anggota Dewan Perwakilan Rakyat diatur dalam undang-undang.

Merujuk pada fungsi legislasi DPR untuk membuat undang-undang, fungsi anggaran untuk menentukkan anggaran dan fungsi pengawasan untuk mengawasi pemerintah eksekutif maka caleg yang hendak duduk di DPR kelak hendaknya memiliki kemampuan dan kapabilitas yang memadai di bidang-bidang tersebut. Selain kemampuan dan kapabilitas juga harus ada kesungguhan yang luar biasa serta komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui tugasnya sebagai anggota DPR sebagai wakil rakyat. Wakil rakyat artinya mereka yang punya komitmen menyuarakan apapun yang menjadi aspirasi rakyat yang diwakilinya.

Wakil rakyat yang cerdas dan memiliki integritas akan bersungguh-sungguh untuk menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan dengan baik. Undang-undang yang dibuat akan berpihak pada kepentingan rakyat bukan kepentingan pemilik modal. Anggaran yang dirancang akan benar-benar dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat bukan disunat sana-sini dikreasikan dan dialirkan ke kerabat dekat. Lembaga eksekutif diawasi dengan jeli dan teliti agar setiap kebijakan yang dibuat tidak menyengsarakan rakyat.

Rakyat tentu akan senang jika memilik wakil yang benar-benar memihak mereka bukan yang memihak pemilik modal. Pemenuhan janji ketika kampanye adalah bukti bahwa wakil rakyat tersebut memilik komitmen untuk memberikan jiwa dan raganya untuk kemajuan Indonesia. Wakil rakyat tersebut tentu saja wakil rakyat yang dinanti dan dicintai. Jika tidak ada yang seperti itu maka kita akan selalu menyanyikan lagu Bang Iwan. Semoga Caleg yang terpilih di 2014-2014 akan menjadi wakil rakyat yang sesungguhnya, yang memperjuangkan suara rakyat,  bukan hanya paduan suara dan hanya tidur saat sidang soal rakyat.

Pondok Labu, 23 April 2013

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: