Idul Fitri di Kampung Cibuntu

Gema takbir berkumandang di seluruh negeri. Dalam kumandang takbir ada rasa pengagungan kepada Allah Maha Pencipta. Setiap orang yang mendengar lantunan takbir tentu punya rasa masing-masing. Rasa senang, haru, rindu campur aduk menjadi satu. Malam Idul Fitri selalu menghadirkan beragam rasa.

Idul Fitri selain menjadi perayaan keagamaan juga menjadi perayaan kebudayaan. Ada suka cita, kebebasaan, kemenangan, kesyukuran, keharuan campur menjadi satu. Idul Fitri tak hanya menjadi momentum kemenangan melaksanakan puasa saja, di Indonesia Idul Fitri adalah perayaan kemanusiaan. Beragam tradisi ada di dalam suasana Idul Fitri. Saling berbagi makanan dan  saling berkunjung merupakan hal yang selalu terjadi.

Di daerah tempat orang tua saya tinggal di Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten  Bekasi ada tradisi Ngejot. Saya tak tahu ini tradisi dari masyarakat Betawi atau bukan, yang jelas masyarakat di lingkungan tempat kami tinggal sebelum Ramadhan atau dikenal dengan munggahan dan sebelum Idul Fitri berkunjung ke saudaranya yang lebih tua sambil membawa makanan. Makanan yang dibawa beragam dan tak ada ketentuan jenisnya harus seperti apa. Dalam tradisi ngejot ini ada bentuk penghormatan terhadap orang lebih tua. Tradisi ngejot ini juga melanggengkan silaturahmi antar masing-masing pihak.

Tradisi lain di daerah saya adalah membuat dodol. Sayangnya tradisi ini (di kampun saya khususnya) sudah jarang dilakukan. Tradisi membuat dodol ini masih konsisten dilakukan oleh keluarga Ua saya. Memang untuk membuat dodol diperlukan biaya tak sedikit dan rangkaian kerja lainnya. Beberapa orang yang dahulu sering membuat dodol merasa kegiatan membuat dodol ini tidak praktis apalagi sekarang beragam kue sudah gampang didapat dengan cara membeli. Untuk membuat dodol diperlukan waktu dan tenaga yang banyak. Ua saya biasanya membuat bersama beberapa orang lain. Cara membuatnya sangat unik. Ada tempat besar untuk mengolah dodol yang diaduk secara bergantian oleh pengaduk dodol. Sangat tradisional karena masih menggunakan tungku api yang sumber apinya adalah kayu. Proses pembuatan yang rumit dan waktu panjang memang menghasilkan rasa dodol yang menakjubkan. Ua biasanya menempatkan dodol buatannya di atas baskom. Keluarga saya biasanya diberi beberapa baskom. Dodol yang sudah jadi bisa dinikmati langsung atau digoreng terlebih dahulu. Rasanya khas dan unik. Banyak orang yang bilang dodol ini sangat enak.

Tradisi lain di Kampung Cibuntu adalah perayaan tabuh beduk. Sudah beberapa tahun diadakan kegiatan tabuh beduk. Saya juga tidak terlalu tahu siapa inisiator kegiatan ini. Yang jelas setiap tahun anak-anak muda di kampung Cibuntu sudah mempersiapkan perangkat beduk dan lainnya. Beberapa tahun ini karena bersamaan dengan hari kemerdekaan RI maka tabuh beduk juga berisi lomba-lomba khas 17an. Selain Tabuh bedug di kampung kami, Desa Gandasari yang bersebelahan dengan kampung kami juga merayakannya. Namun setelah berdiri pembangunan perumahan di Desa Gandasari lahan panggung perayaan menjadi terbatas. Kegiatan tabuh bedug di kampung kami sangat meriah, bahkan beberapa pedagang menjual jajanannya di sekitar tempt tabuh beduk. Yang datang pun tak hanya penduduk kampung kami tapi dari beberapa wilayah. Saya berharap kegiatan kreatif ini tetap diadakan setiap tahun. Selain ajang hiburan tabuh bedug juga merupakan sarana silaturahmi. Banyak kegembiraan di sana.

Setiap wilayah pasti punya caranya masing-masing untuk merayakan momen istimewa ini. Yang paling penting adalah bagaimana manusia bisa saling memaafkan dan menyambung silaturahmi. Idul Fitri harus dirayakan dengan penuh kegembiraan. Apalagi kegembiraan kita dalam menjalin hubungan sempat menjadi renggang dan memanas selama berlangsungnya pilpres kemarin karena perbedaan pilihan politik. Idul Fitri tahun ini menjadi lebih istimewa untuk merangkai kembali silaturahmi dan persahabatan kita. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin. semoga kita menjadi pribadi yan lebih baik. Amiin.

Idul Fitri 1435 H

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: