Sedikit Mengenai Pemikiran Klasik tentang Pengetahuan Menurut Karl Mannehim

Mannheim banyak memberikan kontribusi terhadap keilmuan sosiologi, terutama sosiologi pengetahuan yang merupakan salah satu bidang yang ia geluti dalam perjalanan karir akademisnya.Sosiologi pengetahuan adalah  salah satu cabang dari sosiologi yang yang melihat relasi antara pemikiran dan masyarakat yang berfokus pada pengondisian pengetahuan yang ada di masyarakat.

Bagi Mannheim poin dari pandangan sosiologi adalah berusaha mencari dari awal untuk menginterpretasikan aktivitas individu dalam setiap ruang aktivitasnya dalam konteks pengalaman di dalam suatu kelompok. Menurutnya proses berpikir bukan hanya sekedar proses individu, karena proses berpikir individu sangat ditentukan oleh konteks di mana individu ada di dalam suatu kelompok. Pemikiran tidak bebas dari efek kehidupan di dalam suatu kelompok. Tidak ada yang datang secara individual. Pengetahuan menurut Mannheimsejak awal sudah datang dari proses kehidupan kelompok. Setiap individu mengungkapkan pengetahuan mereka berdasarkan kerangka berpikir kelompoknya.

Mannheim adalah sosok yang sangat kaya oleh banyak doktrin dan perspektif, oleh karena itu menurut Coser,  tidak mudah dalam mengerti pemikiran Mannheim karena akan ada banyak kontradiksi dari pemikiran-pemikirannya. Mannheim menghabiskan hidupnya dengan berusaha mengintegrasikan beragam perspektif dalam sosiologi.

Mannheim banyak dipengaruhi oleh karya Marx tentang ideologi,  karya Weber, Simmel, maupun Lucacs. Mannheim begitu fokus dalam merangkai gagasan teoretis yang kemudian menjadi landasan bagi kajian sosiologi pengetahuan. Pada dasarnya sosiologi pengetahuan melibatkan studi secara sistematis terhadap pengetahuan, gagasan-gagasan atau fenomena intelektual secara umum. Bagi Mannheim pengetahuan ditentukan oleh eksistensi sosial. Mannheim berusaha mengaitkan dengan pandangan mengenai kelompok sosial dalam struktur sosial. Jika Marx melakukannya dengan cara mengaitkannya dengan kelas sosial, maka Mannheim memperluas perspektif itu dengan menghubungkan gagasan dengan beragam posisi yang ada di dalam masyarakat misalnya dalam hal perbedaan generasi.

Selain peranan dan kontribusinya dalam membangun sosiologi pengetahuan, Mannheim dikenal karena pemisahan yang dilakukan antara dua sistem gagasan yaitu ideologi dan utopia. Ideologi adalah sistem gagasan yang berusaha menyembunyikan dan mempertahankan masa kini dengan menafsirkannya dari sudut pandang masa lalu, sebaliknya utopia adalah sistem gagasan yang berusaha mentransedensikan masa kini dengan memusatkan perhatian pada masa depan, menurut Mannheim konflik antara ideologi dengan utopia adalah realitas yang senantiasa ada di dalam masyarakat.

Referensi

Coser, Lewis A. (1977): Masters of Sociological Thought: Ideas in Historical and Social Context. New York: Harcourt Brace Jovanovich.

Ritzer, George & Goodman, Douglas J. (2010). Teori Sosiologi, dari Teori Sosiologi Klasik sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Post-Modern (Edisi Terjemahan). Bantul: Kreasi Wacana.

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: