Catatan Harian

Sedikit Cerita di Al Izhar

Menjadi guru adalah anugerah, itu yang saya rasakan selama dua tahun mengajar di SMAI Al Izhar. Pengalaman selama dua tahun ini akan selalu saya kenang. Seringkali saya kangen dengan situasi mengajar di Al Izhar. Anak-anak yang aktif (kadang tidak mau diam), banyak bertanya ini dan itu, dan lebih suka berbicara daripada mendengarkan (kadang-kadang) ternyata bikin kangen setelah saya tidak mengajar lagi. Saya mulai mengajar di Al Izhar tahun 2012 dan mengundurkan diri pada tahun 2014.

Saya mengajar angkatan 17, 18, dan 19. Mengajar angkatan 17 satu tahun, angkatan 18 dua tahun dan angkatan 19 satu tahun. Mereka sangat mengesankan. Untuk 17 sudah di Perguruan Tinggi, 18 sudah kelas XII (semoga lulus dan mendapat Perguruan Tinggi yang didambakan) dan 19 sudah kelas XI. Saya selalu berdoa agar semuanya mendapatkan impian dan cita-citanya.

Rasanya baru kemarin saya berdebat dengan Karim angkatan 17 karena ia tidak setuju dengan metode saya mengajar yang dianggapnya tidak seasik guru sebelumnya. Dari Karim saya belajar bagaimana saya tak memaksakan metode yang saya anggap baik tetapi belum tentu dapat diterima oleh anak-anak.

Tentu tidak hanya Karim, ada banyak anak-anak lain di Al Izhar yang memberikan pembelajaran kepada saya mengenai kehidupan. Anak-anak belasan tahun yang kadang kala keras kepala sebetulnya punya banyak kelebihan ketika kita bicara dari hati ke hati secara personal.

SMAI Al Izhar adalah sekolah Islam yang berlokasi di daerah Pondok Labu Jakarta Selatan. Dalam websitenya (http://www.al-izhar-jkt.sch.id/) dijelaskan bahwa Perguruan Islam Al-Izhar Pondok Labu (PIIPL) yang merupakan sekolah Islam Nasional K-12 menyediakan jenjang pendidikan yang lengkap dan terpadu mulai dari Kelompok Bermain (KB), TK, SD, SMP hingga SMA.

Di setiap jenjang pendidikan, para pengajar kami berkewajiban mengembangkan tidak hanya intelektual peserta didik tetapi juga kemampuan psiko-sosial, kreativitas dan bakatnya sesuai tahapan tumbuh kembang di dalam kerangka kurikulum Nasional dan moto sekolah (Iman, Mandiri, Kreatif, Nasionalis).

Di awal masuk saya sudah terkagum-kagum dengan suasana Al Izhar. Jika melihat dari aspek fisik bangunan Perguruan Al Izhar dalam pandangan saya sudah sangat luar biasa. Dengan fasilitas yang baik dan lengkap tentu pembelajaran akan lebih mudah dilaksanakan.

Pada saat masuk ke ruang kelas untuk observasi saya semakin terkagum-kagum karena ruang kelas di Al Izhar merepresentasikan ruang masing-masing pelajaran. Al Izhar dengan pola moving classnya memberikan kebebasan bagi guru untuk mengaktualisasikan dan mengekspresikan apapun dalam proses pembelajaran. Maklum saya tak pernah merasakan belajar di sekolah swasta yang bagus. Dari kecil saya selalu masuk sekolah negeri yang kondisinya tak sebagus di Al Izhar.

20140602_120032Ruang Kelas 404

20140602_120012Beberapa Karya Siswa

Di awal mengajar, kultur sekolah yang berbeda dengan tempat saya mengajar sebelumnya memang sempat mengganjal walaupun tak sampai membuat saya merasa kesulitan. Biasanya saya selalu berdiskusi dengan guru-guru yang baru masuk ataupun dengan guru-guru senior yang baik-baik.

Seingat saya guru muda yang merasakan awal masuk dengan saya adalah Pak Rakhmat, Pak Andes, Pak Lukh, Bu Ika, dan menyusul Pak Dhika. Selain itu yang enam bulan lebih awal ada Pak Ghani dan Pak Arjen. Setelah itu di tahun kedua ada Pak Fauzan, Pak Ken, Bu Avi, Bu Cut, Laotse Paulin dan Laotse Tedy.

Untuk guru PKn saya memiliki partner yang baik hati dan selalu membackup apabila saya ijin tidak masuk yaitu Ibu Alisa Ardiyati (Bu Eky). Guru-guru muda adalah tempat saya bercerita banyak hal. Sampai sekarang saya terus berkomunikasi dengan teman-teman guru muda. Semoga selalu sehat dan sukses kawan-kawan.

Di Al Izhar saya belajar banyak hal dengan anak dan para guru. Banyak sekali guru yang menerapkan metode pembelajaran yang menarik. Di tahun pertama saya banyak melakukan ATM (Amati Tiru Modifikasi) kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru-guru senior (mohon maaf saya tidak bisa tulis satu persatu di sini).

Saya juga mulai terlibat di dalam beberapa kegiatan yang diselenggarakan sekolah mulai dari MOPD, LDKS, dan Kunjungan Belajar. Di tahun kedua saya ikut kegiatan PLASA  dan membantu kegiatan video confrence dengan salah satu sekolah di Ukraina yang diselenggarakan oleh Tony Blair Foundation.

Juga yang sangat mengesankan adalah ketika saya diberikan kesempatan untuk ikut workshop di Bali. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Komnas Perempuan dan mengundang guru-guru PKn di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua. Suatu kehormatan  yang tidak akan saya lupakan.

1459051_10202544359241292_1745360752_nWorkshop di Bali dengan Guru PKn

Kegiatan-kegiatan di Al Izhar sangat variatif menurut saya. Rasanya tidak akan cukup jika diceritakan. Tentu saja yang saya tulis di sini adalah subjektivitas yang saya rasakan dan akan berbeda jika diceritakan oleh orang lain.

Selain itu aktivitas yang sangat menyenangkan di Al Izhar ketika itu adalah bermain futsal. Lawan tanding kami para guru adalah tim resik united yang sangat tangguh. Selain dengan tim resik united kami seringkali bermain dengan para siswa.

Bermain dengan siswa membuat suasana menjadi lebih hangat dan akrab. Jika moment class meeting sering kali ada eksebisi dengan para siswa dan sudah jelas hasilnya tim guru dengan skill yang memang apa adanya selalu kesulitan mengimbangi skill dan kemampuan fisik para siswa yang mumpuni.

Walaupun ada sesi ketika kami mampu menahan imbang para siswa, yah mungkin saja para siswa tersebut menahan diri. Bermain futsal adalah salah satu yang saya rindukan sampai sekarang. Dan semenjak tak mengajar di Al Izhar saya tak pernah bermain futsal lagi.

IMG-20131208-WA0001Tim Real Happy

DSC_0008Wisuda Angkatan 16

20140602_120057Ruang 404, Tempat Mengajar, Belajar dan Kontemplasi

20140612_165956Ikut Wisuda Angkatan 17 (Wisuda Terakhir)

20140609_081238Class Meeting

IMG-20140313-WA0080Pendamping PLASA di Cikoneng

20140312_105711Mendampingi PLASA di Desa Cikoneng

20131120_162240Video conference dengan sekolah di Ukraina

DSC_0071Kunjungan Kerja Ilmiah ke Klenteng

DSC_0119Kunjungan Kerja Ilmiah ke Katedral

DSC_0150Kunjungan Kerja Ilmiah ke Istiqlal

Berat rasanya meninggalkan Al Izhar yang merupakan zona nyaman (comfort zone) menuju tempat yang belum tentu lebih nyaman.

Tapi ada impian dan imajinasi yang harus saya wujudkan. Bukankah menempuh risiko adalah salah satu pembelajaran besar bagi kehidupan kita? karena orang yang menghindari risiko juga menghindari kehidupan dan pembelajaran.

Doa saya semoga Al Izhar terus konsisten memberikan pencerdasan bagi anak bangsa dan menjadi lembaga pendidikan yang berkontribusi bagi pembentukan generasi Indonesia di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Terima kasih atas kesempatan bagi saya untuk belajar dan mengembangkan diri di Al Izhar.

Catatan ini saya buat karena saya kangen dengan Al Izhar.

Rawamangun, 28 Januari 2015

Advertisements

22 thoughts on “Sedikit Cerita di Al Izhar”

  1. Saya juga kangen banget nih pak. Sekarang siswa kelas xii sedang menempuh try out, kali kedua. Saya dapetnya di ruangan bapak hahaha

      1. Hahaha. iya saya tahu. Di Perguruan Tinggi nanti kan sudah lebih khusus karena sesuai dengan passion kamu, jadi harus lebih serius, dengan cara kamu tentunya, hehe. sukses wastu.

  2. saya jadi kangen pak anggi jadinya huhu
    kangen remednya juga(?) hehe maafya pak saya sering remed
    betapa senangnya saya diajar bapak
    smoga bapak sukses mengejar mimpi bapak

  3. Assalamualaikum Bapak Anggi! Jadi kangen sama bapak habis baca postingan bapak di blog ini he he he he. Main main ya pak ke Al-Izhar! Pelajaran PKn tidak asik rasanya kalau tidak dengan bapak!!!!! 😀 🙂 😀

    1. wassalamualaikum. Halo Luna Aisyah Alia. Apakabar? semoga sehat2 dan sudah siap utk UNnya ya. Juga semoga dapat PT yg diinginkan sukses belajar dan karirnya. Mudah2n bisa main2 lagi ke Al Izhar ketemu 18 yg menyenangkan.

  4. Salam kenal Pak Anggi 🙂 Insya Allah mulai semester baru nanti, saya akan mengikuti jejak Bapak untuk mengajar PKn di Al Izhar. Senang sekali karena tulisan Bapak tentang pembelajaran PKn sangat berguna bagi saya. Latar belakang pendidikan saya adalah ilmu hukum, tetapi saya mencintai pendidikan sehingga saya bercita-cita untuk menjadi guru PKn

    1. Salam kenal ibu Ayu. Salam kenal ya. Selamat mengajar bu. Semoga betah di al izhar dan bisa memberi pencerahan bagi peserta didik. Dahulu juga ada Bu Alisa (eky) yang lulusan FH UI mengajar di SMA. Sekarang beliau sedang lanjut kuliah S2 di UI. Jadi kalau basicnya suka pendidikan pasti akan mudah untuk mengembangkan keilmuan dan berinteraksi dengan anak-anak. Anak-anak Aliz enak-enak kok. hehe. Dinamikanya luar biasa. Selamat dan sukses ya bu. Salam untuk teman2 al izhar.

  5. mantap pak gaston, baru liat hahaha, main2 lagi pak ke alizhar pas wisuda, saya irham dan aulya juga kangen pak 🙂

  6. PAAK ANGGI LUVYIIIEEWW kita juga kangen banget sama bapak SEMOGA TERUS SUKSES DAN DAPAT MENEMPUH SEMUA CITA-CITA DAN DAPAT JADI PRESIDEN TAHUN 7983047928730982374908R73249852739487562983746592836475 AMIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    btw pak aisha sekarang suka banget sama pak fauzan katanya super crush besar2an sampe dipanggil POLITIK HOTTIE

    1. haloooooooo Aretta Aisha Nadya Farros Tama Sakina + PRAS. Semoga sehaaaaat2 selaluuuuu. Aaamiiin. Doakan selalu ya. Sy doakan juga agar kalian semua suksesss dan lancar sekolah. Sebentar lagi udah kelas 12. Semoga diterima di Kampus idaman. aaamiiiin. Sukses terus yaaa. Hahaha. Salam buat Pak Fauzan ya.

  7. belajar yg rajin ya pak jangan seperti katak dalam tempurung. kalau gurunya pas pasan gimana muridnya
    Kalo sekadar cari makan ga usah jadi guru kasian almarhum pendiri sekolah ini

    1. Terima kasih Mas Umar Hamba Allah, sudah mau menyempatkan waktunya mampir di blog saya. Saya setuju, tidak boleh pas-pasan. Saya sih merasa sudah optimal, tapi ya ga tahu juga karena siswa yang menilai. Semoga para guru tetap istiqomah.

      Salam,
      Anggi

  8. Assalamualaikum mas anggi. membaca tulisan tentang al izhar saya tertarik untuk mengajar di sekolah al izhar. kalo boleh tau bgmn cara melamar utk sekolah al izhar karena saya lihat di web juga belum membuka lowongan guru. terima kasih.

    1. waalaikum salam mas eko. silahkan ikuti prosesnya, menampilkan yang terbaik. Saya doakan semoga rezekinya. Melamar seperti mekanisme yang diminta di website saja. Soalnya sekarang saya sudah tidak mengajar di Al Izhar.

      Salam,

      Anggi

  9. Assalamualaikum Pak,
    Apa kabar pak Anggi? Wah, saya baru baca jadi kangen dengan Al Izhar. Sukses terus Pak Anggi dimanapun Bapak berada, apabila ada waktu boleh Pak untuk kirim email dan berdiskusi seperti SMA lagi, ahahha.
    Irsyad Anggoroputro
    Angkatan 17

    1. Waalaikum salam. Halo irsyad. Hahaha. Udah lama ya ga diskusi. Udah semester berapa sekarang? Email saya masih yg lama kok. Dengan senang hati kalau mau diskusi. Sukses ya studinya. Sy sekarang di LIPI Gator Subroto. Silakan mampir kalau sedang deket2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s