Uncategorized

Cerita Ramadhan

Jika bicara mengenai ramadhan setiap orang tentu punya cerita masing-masing. Cerita yang tak akan habis jika digali dan dielaborasi. Cerita-cerita seru, lucu, maupun inspiratif akan hadir ketika bicara ramadhan. Bagi saya pribadi, ramadhan tahun ini terasa sangat berbeda dari ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu hal yang menjadi perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya adalah kehadiran anak kami tercinta Muhammad Rajendra Nusantara. Buah hati yang sudah kami nanti kehadirannya setelah kurang lebih menikah selama 2 tahun. Jika dua ramadhan sebelumnya tak ada tangis bayi di tengah-tengah keluarga kecil kami, maka tahun ini ramadhan kami diwarnai oleh tangis dan tawa dari sang jagoan. Saya teringat setiap orang pasti bangga dengan anaknya, demikian juga dengan kami. Rasanya kebahagiaan dan kebanggaan terbesar kami saat ini adalah si jagoan kecil. Semoga ia tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, shaleh, dan memberikan kebermanfaatan bagi umat manusia. Aamiin. Selain kehadiran jagoan kecil, kami pun merasa tahun ini adalah tahun yang penuh kelimpahan. Tulisan ini saya hadirkan sebagai pengingat bagi saya pribadi agar selalu menjadi individu yang penuh syukur.

Saya merasa beruntung masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menikmati kehadiran ramadhan. Ramadhan bagi saya mengajarkan optimisme. Jika ramadhan hadir selalu saja ada lompatan-lompatan impian yang ingin selalu saya nyatakan dalam kehidupan nyata. Tahun lalu salah satu doa yang selalu saya selipkan adalah keinginan memiliki keturunan. Allah Maha Baik, doa kami dikabul oleh Allah, tak lama setelah ramadhan istri saya positif hamil. Saya juga masih teringat, ramadhan tahun lalu saya resign dari pekerjaan sebagai guru di Al Izhar. Harapan saya hanya satu, lebih ingin mengembangkan diri. Saat itu belum ada pekerjaan pasti setelah saya resign dari Al Izhar. Saya dan istri hanya yakin bahwa saya akan mendapatkan pekerjaan yang baik dan berkah. Kunci saat itu hanya sikap optimis. Optimis bahwa rezeki yang lebih baik akan datang kepada kami. Setelah resign ternyata pekerjaan datang silih berganti, mulai dari diterima di salah satu kampus di Cijantung, ikut kembali penelitian di Kemdikbud, mengajar di UNJ, mengajar di UT, sampai terlibat di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud selama beberapa bulan. Saya tidak pernah menyangka akan rezeki berlimpah yang diberikan kepada kami. Setelah lebaran tahun lalu saya belum mendapat pekerjaan tetap. Saya memang sudah mendapat kesempatan mengajar di UNJ tapi baru mulai bulan September, artinya akan ada masa di mana saya menjadi pengangguran. Memang tidak pengangguran full karena saya mulai ikut terlibat penelitian di Kemdikbud. Ketika itu saya sudah mengirim lamaran ke beberapa kampus dan belum ada lagi kampus yang menerima. Saya ingat hari Jumat ketika pulang mudik dari Ciamis di tengah perjalanan kembali ke Bekasi, Pak Tjipto menelpon dan menawari saya bekerja di Unit Implementasi Kurikulum, serta meminta saya hadir hari senin untuk rapat pertama. Pak Tjipto dosen saya dan salah satu mentor akademik saya selama menjadi mahasiswa dan aktif di Pusat Kajian di FIS UNJ. Saya pun akhirnya bekerja di Unit Implementasi Kurikulum selama empat bulan. Selama empat bulan tersebut juga saya mulai mengajar di UNJ, UT, dan STKIP Kusuma Negara. Dan setelah 4-6 bulan itu saya masih belum tahu saya akan bekerja di mana lagi. Dan kuasa Allah selalu melebihi ekspektasi makhluknya. Di awal september saya melihat diinternet ada peluang untuk menjadi CPNS. Setelah browsing ada beberapa formasi yang sesuai dengan kualifikasi akademik yang saya miliki. Sempat galau memilih yang mana, saya berkonsultasi dengan istri, keluarga dan juga salah satu mentor akademik saya Pak Rakhmat Hidayat dosen Sosiologi UNJ. Dari berbagai pertimbangan akhirnya saya memilih formasi Peneliti Sosiologi Pendidikan di LIPI. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya kunci saya hanya optimisme. Optimis akan ada nasib baik bagi masa depan saya dan keluarga. Setelah menunggu beberapa bulan, pada bulan Januari akhir saya mendapat pengumuman bahwa saya diterima. Allah Maha Baik. Saya sadar kemampuan saya di bidang penelitian masih sangat kurang. Saya berharap dapat cepat belajar di tempat ini. Beruntung saya memiliki teman-teman terbaik yang selalu saling mendukung, Mas Puguh dan Mba Lengga. Dua orang yang selalu menjadi inspirasi bagi saya untuk dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan karya. Saya berharap dapat menjadi partner yang baik bagi mereka. Semoga saya menjadi individu yang lebih banyak menebar kebermanfaatan. Aamiin.

Ramadhan adalah perjalanan spiritual yang pasti punya kesan berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Pencerahan ramadhan bisa hadir kepada siapapun dan kapanpun. Ramadhan memberikan pembelajaran bagi siapapun yang ingin menjadi pembelajar yang baik. Jangan ragu untuk menyelipkan doa apapun dalam Ramadhan. Insya Allah akan ada petunjuk dan jalan yang terbaik. Ramadhan melatih kita menjadi pribadi yang lebih baik, tentu jika kita menginginkan itu. Rasa bahagia setiap ramadhan tiba adalah perasaan alamiah yang saya yakin dialami oleh setiap muslim. Masjid yang ramai, silaturahmi yang kembali terjalin, rezeki yang terdistribusi, senyum yang terus mengembang, kebahagian yang terpancar, adalah situasi sosiologis psikologis jika ramadhan tiba. Ya Allah semoga kami masih dapat berjumpa dengan ramadhan-ramadhan yang akan datang. Aamiin. Marhaban ya Ramadhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s