Belajar

Belajar adalah tanda bahwa kita sebagai manusia masih eksis. Manusia adalah makhluk pembelajar. Setiap hari kita bisa belajar dari siapapun, kapanpun dan di mana pun. Di perjalanan menuju kantor, di kantor, di sekolah, kita bisa belajar. Belajar berarti mendapatkan sesuatu yang baru dan belum pernah kita dengar, lihat ataupun rasa, juga bisa memperbahrui hal-hal yang sebetulnya sudah kita ketahui. Belajar juga bisa berarti melihat sesuatu dari perspekti yang berbeda dari yang biasanya kita yakini.

Kita bisa belajar dari buku, koran, majalah, ataupun internet. Misal saja di internet beragam ilmu yang ingin kita pelajari ada. Tinggal tulis kata kunci di google atau mesin pencari lainnya maka yang kita cari akan muncul. Tinggal memilih mana yang memang kita butuhkan. Jika kita aktif di media sosial kita juga bisa mempelajari banyak hal. Kicauan di tweet, postingan gambar atau meme di instagram maupun path atau status di facebook bisa menjadi sumber pembelajaran. Beragam orang memanfaatkan sosial media yang dimilikinya. Ada yang senang sekali memanfaatkan media sosial sebagai media dakwah, memotivasi, promosi barang, sarana kampanye, cari jodoh, diskusi, berkelahi, provokasi, dan lain-lain. Dari semuanya kita bisa belajar. Tinggal mana yang kita butuhkan dan rasakan penting.

Belajar tak melulu berkaitan dengan kemampuan intelektual. Terhadap seseorang yang selalu tersenyum kita bisa belajar, bahwa senyumannya memberikan kebahagiaan terhadap sesama. Terhadap orang yang disiplin kita bisa belajar bahwa perlu semanga dan konsistensi tinggi dalam menerapakan kedisiplinan, bukan hanya bicara. Terhadap yang senang sekali marah, kita bisa belajar bahwa dimarahi itu tak enak dan tak nyaman rasanya. Terlalu banyak hal yang bisa kita pelajari dari orang-orang yang ada di sekitar kita. 

Jika pelajaran dalam konteks akademik ditemukan di ruang-ruang persekolahan, maka pelajaran tentang kehidupan terhampar di hadapan kita setiap saat. Maka merugilah kita apabila keseharian kita hanya dilewati begitu saja tanpa berusaha mendapatkan pembelajaran berarti dari lingkungan sekitar. Kemauan untuk belajar berarti kesadaran bahwa kita tidak sempurna, bahwa kita membutuhkan orang lain. Juga kesadaran penuh bahwa apa yang kita ketahui hanya sedikit. Ini penting agar tidak sedikitpun ada rasa sombong di dalam diri. Mari kita terus manfaatkan waktu yang kita miliki untuk terus belajar membaca kehidupan yang luar biasa ini. 

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: