Catatan Harian

Menulis Agar Tidak Lupa, Memori Prajabatan CPNS LIPI 2015

IMG-20151114-WA0003

Prajabatan CPNS Golongan III LIPI memang sudah lama dilaksanakan. Memori kolektif yang indah untuk dikenang (saja), bukan untuk diulang. Prajabatan merupakan prasyarat bagi seorang pegawai untuk mendapatkan status 100 persen, menjadi PNS, setelah menanggalkan status 80 persen, CPNS. Menghilangkan C, ternyata butuh perjuangan panjang.

IMG-20151108-WA0004

Prajabatan untuk lingkungan LIPI kali ini diselenggarakan di Pusdik Zeni (Pusdikzi) TNI AD di daerah Kota Bogor. Mendengar Pusdikzi sebagai lokasi Prajabatan ada sedikit kekhawatiran Prajabatan kali ini akan diwarnai disiplin keras ala militer. Ternyata tak sedikit teman lainnya yang mengalami kekhawatiran yang sama. Tapi setelah dijalani rasanya menyenangkan-menyenangkan saja.

IMG-20151117-WA0037

Tinggal di barak bukanlah pengalaman pertama bagi saya. Ketika masih di SMA, saya pernah harus tinggal di barak merasakan atmosfer pendidikan militer di Lanud Sulaiman Bandung. Bukan sebagai tentara, tetapi sebagai delegasi atlet Kabupaten Tasikmalaya. Biaya yang terbatas membuat kontingen Kabupaten Tasikmalaya harus tidur di barak. Memori itu kembali hadir ketika saya harus ikut prajabatan di Pusdikzi.

IMG-20151114-WA0023

Prajabatan tahun 2015 dilakukan dengan merujuk pada pola baru. Dibuat agar Aparatur Sipil Negara ASN tidak seperti ASN generasi sebelum-sebelumnya. Diharapkan melalui pola ini, ASN yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan amanat dari UU ASN No. 5 Tahun 2014.

IMG-20151113-WA0003

Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Melalui aktualisasi kegiatan  NDS diharapkan nilai-nilai dasar PNS dapat terinternalisasi di satuan kerja masing-masing peserta sehingga mereka merasakan manfaatnya secara langsung. Harapannya nilai-nilai dasar PNS tersebut terpatri kuat dalam dirinya. Melalui aktualisasi kegiatan yang dilaksanakan selama proses off campus peserta melakukan pembelajaran agar dapat menjadi pegawai yang profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan publik, yang dewasa ini sangat dibutuhkan untuk mengelola segala prakondisi dan sumber daya pembangunan yang ada, sehingga dapat mempercepat peningkatan daya saing bangsa.

Tentu tulisan ini tidak bermaksud untuk mengalisis apakah diklat prajabatan tersebut akan mengena, atau apakah kami yang dididik melalui diklat ini akan betul-betul menerapkan NDS tersebut. Tulisan ini saya buat sebagai catatan, bahwa pada suatu masa saya pernah mengalami momen historis yang menyenangkan ataupun kurang menyenangkan. Catatan yang dibuat agar saya tidak lupa. Catatan ini dibuat juga karena saya merindukan momen-momen bersama (baca: hanya merindukan, tidak ingin mengulangi) teman-teman CPNS LIPI 2015 khususnya teman-teman kelas B yang luar biasa.

Kami memang bukan juara, bukan yang terbaik, tapi kami semua bersaudara.

Kelas B, bukan kelas yang punya banyak ambisi untuk menjadi juara. Latihan yel-yel saja tak dilakukan dengan sepenuh hati (termasuk saya sepertinya). Di saat kelas lain bersemangat latihan kelas kami pun latihan, tapi dengan kondisi yang tak selalu semangat (seringnya sepertinya tidak semangat). Awal-awal juga masih saling menjaga diri (baca: mungkin jaga image). Tapi ternyata…

IMG-20151115-WA0029

Kelas B saya definisikan sebagai kelas yang atraktif, kreatif, ngeyel, kritis, pinter-pinter orangnya, keren-keren gayanya, we are the best in action papa cuap oke. Kesan tersebut tidak muncul pada saat pertama berjumpa. Satu lagi yang terlewat kelas B kelewat narsis (lelakinya). Narsisme adalah hak setiap bangsa. Setiap orang punya kecenderungan narsis. Jika melihat foto pasti yang dicari foto miliknya sendiri, karena memang sepertinya secara natural harus seperti itu. Stereotif narsis itu lebih banyak disematkan kepada para perempuan. Tapi hal tersebut sepertinya tidak berlaku di kelas B. Di grup WA kelas, seluruh dominasi foto adalah milik kami kaum pria. Lelaki-lelaki narsis yang tak sabar jika melihat kamera harus langsung klik jepret. Di barak, di tempat tidur, di pojokan barak, di kelas, di jalan, di mana pun jepret. Dan foto grup pun ternodai dengan narsisme pria yang brutal.

IMG-20151113-WA0012

Jika forum diskusi dimulai semuanya akan aktif berdiskusi. Mulai berbicara sesuai kepakaran masing-masing. Jika mulai perdebatan. Maka yang paling perdebatan paling hangat adalah antara Bang Masteria (diusia yang masih sangat muda sudah doktor, iri saya bang) dengan Mas Rendy (ahli biotek yang memiliki idealisme luar biasa). Tak ada perdebatan yang bisa menandingi perdebatan mereka. Kadang konstruktif, kadang imajinatif, dan seringkali lucu. Jika saya menjadi guru (seperti dua tahun lalu), saya tak usah susah payah mengajar. Disulut bahan diskusi maka apinya akan menjalar ke mana-mana. Ruang dialog yang terbangun ini cocok bagi pengemabangan masyarakat sipil di mana dialog terbangun dengan kesukarelaan.  Berbeda jika tutor mulai ceramah satu arah, maka satu persatu dari kami tumbang. Untuk hal ini yang paling sering tumbang adalah Abka (anak pinter lulusan UI yang masih sangat muda). Maafkeun saya Abka. Tapi bukan hanya Abka yang menikmati konten yang disampaikan oleh tutor, saya seringkali mengalami kepayahan menahan laju kantuk. Mungkin juga semua teman yang lain (ini mungkin). Suasana perdebatan dan diskusi ini yang paling dinikmati selama prajabatan.

IMG-20151114-WA0021

Di barak laki-laki, tiap kelas punya cara sendiri-sendiri untuk menikmati suasana barak. Ada yang asik dengan penuh dedikasi menulis perencanaan dan laporan aktualisasi, diskusi dengan rekan lain, ada juga diskusi-diskusi menentukan strategi mana perempuan yang pas untuk dibidik untuk menjadi calon istri. Kelas B biasanya mengumpul di satu sudut (karena memang kebagian tempat tidur di sudut). Tiap malam menggelar alas yang dibawa Mahesa (ketua kelas yang berdedikasi, ahli serangga dan hubungan internasional, perpaduan yang tidak biasa) dan Vandra (ekonom muda ahli energi juga ahli segala-gala karena sangat dioptimalkan oleh puslitnya) dan mulai berdiskusi. Biasanya diskusi ini temanya random. Sambil mengerjakan perencanaan aktualisasi juga laporan yang mengopresi kami (kecuali bang master yang selalu minta kita istirahat padahal dia udah kerjain dari kapan tahu laporannya, curang kamu bang!!!).

IMG-20151113-WA0008

Semua terintimidasi untuk menyelesaikan laporan penuh dedikasi, kami selalu diskusi. Mulai dari serius, ngocol. Ada diskusi tentang bagaimana kalau ingin punya anak laki-laki, kehidupan, sekolah, progres laporan, dapur kantor masing-masing, dan tema random lainnya. Biasanya yang memandu kami Kang Lili (ahli perpustakaan yang meragukan passionnya sendiri karena ternyata lebih cocok jadi humas, punten kang) juga Bang Octa (ahli limnologi, diduga ketua LDK, dan sampai akhir prajab berambisi untuk menjadi ketua kelas dan mengadakan kudeta). Diskusi dari hati ke hati juga sering dilakukan terutama pada masa-masa sulit. Benar-benar luar biasa. Kami juga punya maskot, anak muda potensial dan berbakat Eko dari Biomaterial yang dibully (baca: dididik dengan baik oleh para seniornya) dari awal prajab sampai akhir. Semoga yang Eko serap adalah hal-hal yang baik (semoga ada).

IMG-20151113-WA0013

Yang tak dilupakan dari prajab ini juga adalah momentum kisah kasih. Di kelas B (sampai saat ini baru satu teridentifikasi, dan mudah-mudahan jadi sampai jenjang pernikahan) kisah percintaannya juga menarik. Walaupun ketika di kelas baru sampai ajang cie-cie, dan itupun salah prediksi, karena dua orang yang dicie-ciein ternyata bukan yang teridentifikasi (teman-teman kelas B pasti bisa menebak siapa yang saya maksud). Semoga ada teman lain (juga yang teridenfikasi) yang masih melajang yang bisa melanjutkan ke jenjang pernikahan tersebut. Aamiin.

IMG-20151114-WA0011

Saya memang tak punya kenangan yang erat dengan seluruh kelas B di tengah keterbatasan waktu juga pribadi saya yang tak supel. Tapi saya mencoba mengingat-ngigat sosok-sosok hebat kelas B. Kami terdiri dari 39 orang. Hanya Mas Danang yang tak hadir karena alasan tertentu. Jika Mas Danang hadir, ada 2 doktor muda potensial di kelas kami, Bang Master dan Mas Danang. Saya coba menghadirkan semua punggawa kelas B. Semoga penerawangan saya benar.

Kang Iqbal (sosok pendiam misterius baik hati dan someah, juga ahli bikin perhitungan dan pertanggungjawaban keuangan dari BKHH, ahli akutansi), Mba Marini (Ibu Negara, ahli perencana keuangan, BPK), Bang Zul (saya sering sebut abang, tapi ternyata usianya di bawah saya, pemilik Xiao Mi (semoga benar nulisnya), pemilik foto-foto keren, dari Biro Umum), Kang Lili (sudah saya sebutkan sebelumnya, orang baik yang meminjamkan gunting ketika lemari saya bermasalah), Kiya (paling muda, ekonom UNPAD, potensial, pendiam, dari PDII), Bang Rendy (sudah saya sebutkan, peneliti berdedikasi), Peni (sangat mencintai hutan, pacaran dengan calon suami yang sepertinya pencinta hutan, semoga ngajak-ngajak ke lembah mandalawangi, dari Kebun Raya Bogor), Mahesa (sudah disebutkan sebelumnya, ketua kelas, berdedikasi, jarang diajak foto, di tengah-tengah pasukan harusnya Mesa. Dari P2 Biologi), Debora (kritis banget, pinter, idealis dari P2 Biologi), Meli (ahli biolog, pendiam, dan baik hati dari P2 Biologi), Eko (sudah disebutkan, masih muda, potensial, lucu dari biomaterial), Nissa (mojang Karawang, pintar, baik hati, someah dari P2 Biomaterial), Ayu (kritis, baik hati, pinter dari Bioteknologi), Vandra (sudah disebutkan sebelumnya, punya talenta, banyak projek, dari P2 Ekonomi), Retno (namanya paling panjang, peneliti dan sekretaris berdedikasi, diduga diindentifikasi dengan salah satu siswa akan melanjutkan ke jenjang pernikahan, aamiin), Ayu (sedang hamil –semoga lahir dengan selamat dan lancar, berjuang menyelesaikan prajab, luar biasa, dari Geoteknologi), Abka (anak muda jago komputer, sudah S2), Mba Ima (bijaksana, pinter, ahli budaya, dari P2KK), Mba Dian (baru melahirkan, pengorbanan ibu yang luar biasa, baik hati dari Kimia), Mba Frilla (satu almamater, pintar baik hati, harus berkelana ke Ambon, luar biasa, Puslit Laut  Dalam), Bang Okta (sudah disebutkan, satu almamater, kontradiktif, agitatif, baik hati, kebanyakan melow, pencinta istri dan anak, juga penggemar Dian Sastro banget dari limnologi. Ampun bang), Mayang (pintar, pendiam, baik hati, dari Metalurgi),  Nibras (baik hati, kritis, pinter, dari Metrologi), Bang Master (sudah disebutkan sebelumnya, ahli strategi, pintar diplomasi, masa depan LIPI-semoga tetap di LIPI, Peserta terbaik dari Kelas kami -luar biasaaaaa-,dari Oseanografi), Fitri (pengantin baru, baik hati, dari P2 Oseanografi), Fandi (jago bikin pertanggungjawaban keuangan, sering kangen anak, pengalaman banyak di BRI, dari Papitek), Bang Iput (pecinta keluarga, punya anak lelaki 3, pejuang kehidupan, dari PPSMPTP), Indah (baik hati, pintar, kritis, dari Oseanografi), Bli Ketut (serius, lucu, baik hati, berintegritas, rajin banget-baca seluruh modul dan mengerjakan ujian sampai akhir waktu, ahli listrik dari Pusat Tenaga Listri dan Mekatronik), Bang Fahri (orang teknik dari Betawi, kritis, pecinta keluarga (teleponan terus sama istri juga anak), baik hati, dari TTG Subang), Bang Arief (ahli banget bikin desain yang keren-yang saya kurang ngerti bang-karyanya bisa dilihat di Youtube, teridentifikasi dengan salah satu siswi di kelas, semoga lanjut sampai jenjang pernikahan, aamiin, dari BIT), Mutia (sama bidangnya dengan Bang Arief, kreatif dan imaginatif, creator masa depan Indonesia, dari BIT), Cak Imin (ahli tumbuhan yang puitis-jarang-jarang ada di Indonesia, pecinta Al Quran tapi juga sastra kiri, wajib bikin kumpulan puisi sambil merenung di bawah kabut lembah mandawalangi, Kebun Raya Cibodas), Meita (jago akting, pandai berdiplomasi, lagi hamil-semoga sehat-sehat selalu, dari Balai Media dan Reproduksi), Kang Ilham (muda, kreatif, jago komputer, bageur, lagi S2 di ITB-semoga cepat lulus, dari BPI), Wuri (teman seperjuangan teman di P2K, ibu pecinta anaknya, pintar dan baik hati, pendiam, dari Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia, dan Pak De Dibyo (sebentar lagi lulus S3, NU banget, Kalau baris kaku tapi lama-lama jago, jawara Lampung, dari Balai Pengolahan Mineral).

IMG-20151114-WA0004

Tulisan saya memang sangat bias kelas B, karena memang khusus saya persembahkan untuk kelas B. Di luar aktivitas kelas, setiap hari kami berbaris, berlatih ditempa. Latihan defile dan yel-yel angkatan yang akan disampaikan pada saat penutupan juga bukan sesuatu yang mudah. Saya sendiri terakhir latihan baris berbaris ketika kelas 6 SD pada saat ikut Pramuka. Ternyata dengan latihan berat di sela-sela penyelesaian laporan aktualisasi  tidak sia-sia. Ketika penampilan pada saat penutupan hasilnya luar biasa bagus (dapat dilihat di beberapa video yang disharing via WA dan media sosial lainnya).  Pelatih-pelatih mulai dari Pel. Novi, Pel. Hendro, Pel. Yanto, Pel. Ewin,, Pel. Basuki, Pel. Paku Alam, Pel. Febby, Pel. Sri, Pel. Putu (pelatih pembimbing kami yang sayangnya tidak ada di periode kedua) dan Pel. Sulaiman (semoga semua sudah saya sebutkan). Yang paling berkesan adalah Pelatih Yanto. Mirip-mirip Soekarno dan aktor yang memerankan Soekarno di film karya Hanung Bramantyo (saya lupa namanya). Disiplin, menguasai materi pelatihan dengan super-super baik, mampu menggalang massa, mampu mendisiplinkan 231 siswa, cerdas, pengelolaan situasi yang sangat baik, stand up comedyan berbakat (harusnya ikut seleksi di Stand up Comedy di Kompas) dan tegas. Setiap saat ada saja kata-kata yang mampu menghidupkan suasana. Kesemua pelatih punya peran signifikan dalam mendisiplinkan tubuh kami juga mengencangkan otot (seperti istilah Mas Ridho P2 Politik). Saya banyak belajar dari Pelatih Yanto dan teman lainnya. Semuanya  (yang baik-baik tentunya) saya rekam di otak. Juga makanan yang berkesan, ompreng (mirip tempat makan untuk orang sakit di beberapa rumah sakit) yang menunya tersusun sesuai komposisi gizi. Makan dengan disiplin dan tepat waktu tak selalu kami dapatkan di kehidupan keseharian. Setiap hari penuh keteraturan (ke mana-mana baris, walaupun kelas B sering kali punya gaya baris yang lebih demokratis-baca: semau-maunya dan ga ikut instruksi Mesa sang ketua kelas).

Prajabatan ini juga tidak akan terselenggara jika tak ada panitia yang mengorganisasinya, Pusbindiklat LIPI. Di luar keluh kesah dan kritik terhadap penyelenggaraan Prajab, saya berterima kasih telah menyelenggarakan prajab ini. Tak mudah tentunya mengelola kegiatan besar ini. Semoga tahun depan lebih baik dalam perencanaan dan implementasinya. Di kelas kami dibimbing oleh Bu Ira dan Pak Alpha. Dua sosok yang tahan dengan kicauan kami di WA group. Semoga Allah memberikan kebaikan dan keberkahan pada setiap upaya yang Bapak Ibu lakukan. Semoga Allah memberikan kebaikan kepada kita semua. Laisal firoq lil firoq walakinal firoq li sauq (perpisahan bukanlah untuk berpisah selamanya, tetapi untuk menambah rasa rindu di dada). Sampai jumpa di kesempatan lain teman-teman. Mari kita memantaskan diri menjadi apa-apa yang kita cita-citakan. Sukses untuk kita semua. Disiplin. Pagi-Pagi-Pagi-LIPI Yes.

Gatot Subroto, 14 Januari 2016 di tengah kewajiban untuk menulis revisi tulisan.

Advertisements

4 thoughts on “Menulis Agar Tidak Lupa, Memori Prajabatan CPNS LIPI 2015”

  1. Mantap bro Anggi, kau telah menelanjangi semua siswa-siswi kelas B dari secercah retensi ingatanmu dari perspektif humanisme yang tertuang diblogmu, hakikat manifestasi cintamu yang dibumbui penetrasi pardoks-paradoks kecil yang semakin melambungkan pada kenangan terindah prajab siswa-siswi kelas B di sekelumit labirin Pusdikzi.

    *komen macam apa ini?*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s