Cerita dari Kobong: Ngalogat Kitab Akhlaqul Banin

Akhirnya update lagi catatan dari kobong.

Kali ini saya mau menulis mengenai pengalaman ngalogat kitab ahlaqul banin karangan Umar Bin Ahmad Baaraja.

Saya mulai mengaji kitab ini bulan Juli tahun 2002—wow lebih dari 10 tahun yang lalu (tertulis di bagian depan kitab). Kitab ini merupakan salah satu kitab pertama yang saya logat, sehingga, seluruh badan kitab habis dengan tulisan bahasa Indonesia saya yang jelek. Hehehe.

Kitab-kitab yang pernah saya pelajari saya simpan rapi (sayangnya tak dibaca, dipelajari, direnungkan dan coba diamalkan dengan rapi pula, hiks).

Seingat saya ketika itu yang mengajar Kang Itang Rosyadi (Haturnuhun ilmuna kang, semoga apa yang diajarkan jadi kebaikan yang tak pernah putus).

Di bagian depan ada catatan bahasa sunda yang saya rasa sangat bagus. Begini:

Bismillah abdi ngawitan nundakeun akhlaqul banin
Namun sakadar ngalikeun
Pamugi dimanfaatkeun
Hai daya murangkalih
Anjeun kudu sae manah
Nyumponan ahlak karimah
Malah dipirido Allah
Ibu rama sadayana nigali pada bingahna
Tatangga pada resepna Patut sada jalmina
Murangkali sadayana tebihan ahlak awona
Ibu rama teu cocokna sumaon Gusti Allahna

Redaksi tulisan tersebut tak utuh. Ada beberapa bagian tulisan yang saya tak bisa baca (Hiks), tapi secara keseluruhan teksnya benar seperti itu. Intinya adalah kita harus berakhlak baik, memiliki hati yang baik, menjauhi ahlak yang buruk.

Dalam kitab akhlakul banin ini ada 33 sub bab. Tiap sub bab terdiri dari beberapa kalimat-kalimat pendek saja. Berisi petuah-petuah sederhana, adab-adab keseharian sederhana namun rumit untuk diimplementasikan dalam keseharian. Mudah diingat, sulit dijalankan.

Di sub bab awal misalnya dimulai dengan pertanyaan, bimaadza yatakholaqul walad? Bagaimana seorang anak berakhlak? Di situ dijelaskan mengenai kewajiban bagi seorang anak memiliki akhlak yang baik dari sejak kecil.

Mengapa? Agar dapat dicintai ketika sudah besar. Dicintai keluarga dan seluruh manusia. Juga wajib bagi seorang anak untuk menjauhi akhlak yang buruk, agar tidak menjadi orang yang dibenci.
Yah minimal ga jadi anak yang nyebelin— apalagi nyebelin di sosmed. Dan di masa depan akan dicintai istri dan mertua (tiga kalimat akhir ini ngarang, hehehe).

Ada bagian tentang adab seorang anak, adab anak yang jujur, adab anak yang taat, adab di rumah, adab seorang anak dengan ibu dan bapaknya, adab dengan saudara, adab dengan teman, adab dengan tetangga, adab di perjalanan, adab di sekolah, adab dengan guru, dan nasihat-nasihat umum lainnya.

Rasanya jika khatam kitab ahlaqul banin dan mampu mengamalkan dalam keseharian maka santri tersebut pasti cihuy banget hidupnya.hehe.

Banyak kitab-kitab lain yang memberikan pencerahan dan adab-adab seorang muslim yang baik. Tapi memang tak banyak yang berhasil saya pelajari. Saya ingat juga kitab Nashoihul Ibad, Nasihat untuk para hamba.

Mengaji langsung ke guru dan sambil ngalogat itu punya kenikmatan sendiri. Duduk bersila sambil mendengar banyak hal yang belum diketahui.

Para ustad yang gayanya sederhana tapi punya ilmu yang gak sederhana. Ustad-ustad yang rela berbagi ilmu dengan sukarela. Ustad-ustad santun dan bijak yang akrab dengan santri-santrinya. Akang-akang anu balalageur yang tidak sombong dan rajin tersenyum. Ustad yang memberikan pelajaran-pelajaran penuh hikmah.

Jadi bagi yang masih masantren, belajarlah semua hal di pesantren dengan sungguh-sungguh. Ngaji dengan sungguh-sungguh, bergaul dengan sungguh-sungguh, takdzim dengan sungguh-sungguh, Ibadah sungguh-sungguh, main ke rumah teman yang jauh dengan sungguh-sungguh, bobogohan dengan sungguh-sungguh, eh…

Yang jelas, kalau ga dilakukan dengan sungguh-sungguh, menyesal lah di kemudian hari (sapertos saya nu bodo wae).

Salam Hangat

NB:

Ini kitab Ahlaqul Banin saya yang penuh dengan coretan. Bukan contoh ngalogat yang baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s