Catatan Harian

Indonesia Raya

Karena Mars Perindo yang begitu masif dan sistematis di televisi begitu menarik anak saya yang masih bocah itu. Untuk menghindari efek jangka panjang yang saya pikir tidak bagus buat kondisi psikologisnya (minimal jadi ngefans sama Perindo dan menganggap partai itulah partai idola satu-satunya–karena seringnya mendengarkan lagunya), saya dan istri pun menggunakan lagu Indonesia Raya sebagai konternya.

Cobalah sesekali mendengarkan lagu Indonesia Raya ke anak-anak. Mereka akan bersemangat berjingkrak-jingkrak. Setidaknya itu yang terjadi pada anak kami. Bagi kami ini lebih baik bagi tumbuh kembangnya.

Melalui rutinnya mendengarkan lagu Indonesia Raya, kami berusaha agar ia tak lupa identitas kebangsaannya. Agar tak pernah lupa tanah airnya, tak lupa bangsanya, dan bersemangat membangun jiwa dan raganya.

Memang seperti perkara remeh temeh. Tapi seperti yang Ki Hadjar Dewantara bilang, “pengajaran harus bersifat kebangsaan… kalau pengajaran bagi anak-anak tidak berdasarkan kenasionalan, anak-anak tak mungkin mempunyai rasa cinta bangsa dan makin lama terpisah dari bangsanya, kemudian barangkali menjadi lawan kita…”

Ki Hadjar memang menyatakan hal tersebut dalam konteks pembelajaran di Sekolah. Namun, dari rumah kami coba menguatkan kesadaran kebangsaan mulai dari kecil, mulai dari saat ini. Upaya ini mungkin selemah-lemahnya tindakan. Tapi saya ingin anak kami, sesuai namanya, mencintai nusantara dengan sekuat-kuatnya, sebangga-bangganya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s