Uncategorized

Membahas Buku di Labschool Rawamangun

generasi-millennial-lebih-percaya-google-ketimbang-guru-SBdAj38AzFSiang ini saya mendapat kehormatan untuk membahas buku karya Kang Satriwan Salim, Guru SMA Labschool Jakarta dan 9 Buku Kumpulan Cerpen anak-anak SMA Labschool di perpustakaannya yang asyik dan megah.

Buku “Guru untuk Republik” merupakan buku kedua karya Kang Satriwan. Sebelumnya ia menerbitkan Buku Guru Menggugat. Ia rajin menuliskan gagasannya di beragam media baik online maupun cetak. Buku kedua ini lahir dari kumpulan tulisan-tulisannya di beragam media. Guru untuk Republik (Refleksi Kritis Tentang Isu-isu Pendidikan, Kewarganegaraan dan Kebangsaan) menjadi adalah bentuk kerja kerasnya dalam bidang penulisan.

Keseriusan berkarya inilah yang patut dicontoh oleh para pendidik. Sebab pengalaman berharga bertemu dengan beragam karakter anak didik akan dapat dinikmati oleh kalangan yang lebih luas jika dituliskan. Buku ini dibagi dalam lima segmen yaitu guru adalah kunci, bukan siswa biasa, merawat keindonesiaan kita, dan Labschool rumah keduaku.

Saya menyampaikan bahwa seorang guru harus menulis. Sebab hukum menulis bagi guru adalah Fardhu Ain. Mengapa? Karena dengan menulis, seorang guru berusaha membagikan pengetahuan yang ia miliki kepada jamaah yang lebih luas. Ia berusaha menyebarkan gagasannya kepada “ruang kelas” yang lebih luas. Ketika apa yang dia tulis mampu menginspirasi banyak orang, maka sesungguhnya ia telah menghasilkan amal jariyah yang berlipat ganda. Lewat menulis, seorang guru dapat berbagi kebaikan. Upayanya untuk mencerdaskan anak bangsa dapat dibaca lebih luas. Apa yang dapat ditulis? Tentu sangatlah banyak. Buku-buku yang dibaca, pengalaman mengajar, tips mengajar, atau ide-idenya tentang pembelajaran dapat dituliskan dan kemudian disebarkan melalui beragam medium.

Saya juga takjub dengan sembilan buku kumpulan cerpen karya anak yang merupakan tugas bahasa Indonesia yang diampu oleh Guru Bahasa Indonesia, Bu Reni. Bayangkan ada sembilan Buku! Dalam penjelasan, Bu Reni menjelaskan mengenai bagaimana upayanya membuat anak menulis. Dengan telaten ia ikut berproses bersama siswa, mengumpulkannya, mengedit, mengompilasi, dan memilihkan judul yang marketable dan mudah diingat serta memberi kesan.

Kerja-kerja yang dilakukan oleh guru dan murid di SMA Labschool ini tentu memerlukan energi besar. Dalam obrolan singkat dengan Kang Satriwan Salim dan Kepala Sekolah Labschool Pak Suparno Sastro didapat bahwa sesungguhnya Labschool sudah lama mengkompilasi beragam karya anak-anaknya. Dan saat ini lebih diseriusi dengan menerbitkannya. Labschool memiliki beragam kapital untuk menunjang kerja-kerja literasi semacam ini, dan sudah mencoba mengoptimalkannya.

Selamat untuk Kang Satriwan, Para siswa, juga SMA Labschool. Semoga semakin banyak karya yang bisa dilahirkan dari peradaban Labschool. Maju terus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s