Malas Menulis

Malas menulis adalah penyakit yang tengah menggelayuti saya akhir-akhir ini. Entah mengapa nafsu menulis menguap begitu saja. Kalaupun menulis rasanya mentok. Sudah memaksakan makin mentok. Menulis memang tak bisa dipaksa-paksa.

Sudah duduk memelototi komputer tetap sulit menulis. Menulispun akhirnya karena terpaksa, karena janji sama orang lain untuk menulis. Ini tentu tak bagus. Bahkan ada satu hutang tulisan yang sampai saat ini belum saya tuntaskan. Padahal hanya butuh 10 halaman. Mentok di halaman 3 sejak sebulan lalu. Padahal janji pada seorang teman tersebut (dan pada diri sendiri), di bulan puasa hutang tersebut saya akan lunasi. Dan akhirnya janji tinggal janji. Tulisan itu sampai sekarang belum menemukan wujud terbaiknya.

Mungkin karena saya kurang fokus. Padahal sibuk-sibuk banget juga tidak. Jika kesibukan menjadi alasan, banyak orang yang luar biasa sibuk masih bisa menulis (bahkan dengan sangat baik). Beberapa momen pun saya lewatkan. Hari pendidikan nasional, UNBK, ramai Sekolah Lima Hari lewat begitu saja. Saya memang masih tetap menulis. Tapi tak ada satu pun yang dimuat. Apes. Tapi memang ketika saya baca ulang tulisan tersebut amburadul. Tulisan-tulisan tersebut tak punya fokus. Saya tak tahu mau apa saya dengan tulisan itu. Ya wassalam saja akhirnya, tak ada yang dimuat.

Intensitas saya menulis di blog pun sangat jauh berkurang. Padahal aktivitas free writing macam menulis di blog itu yang saya rasakan membuat beban pikiran menjadi lebih plong. Seperti yang saya lakukan ini. tahun lalu saya relatif rajin menulis apa saja di mana saja dan pada peristiwa apa saja. Kok rasanya tahun ini malasnya kebangetan. Ya sesekali masih nulis status FB rada panjang dan nulis di kumparan.com agak lumayanlah. Tapi tetap jauh dari harapan.

Tahun ini saya baru berhasil menulis 2 opini dan 1 resensi yang dimuat di koran cetak. Satu artikel jurnal sedang proses, 1 artikel jurnal tak pernah ada kabar, 2 resensi di jurnal juga sedang proses. Semoga dalam waktu dekat sudah terbit. Ketika tulisan terbit memang begitu membahagiakan. Membaca ada nama kita di jurnal atau koran bagi saya begitu membahagiakan.

Semoga dalam waktu dekat ghiroh saya menulis sudah kembali lagi. Ya semoga saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s