Sibuk dan Tak Sempat

Baru saja saya membaca puisi Gus Mus, Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat. Puisi ini sangat bagus untuk refleksi diri, bahasa kerennya muhasabah diri, menghitung-hitung diri.

Setiap awal bait, selalu digunakan pertanyaan, kalau kau sibuk?

Beberapa bait dari puisi tersebut misalnya…

Kalau kau sibuk mencela orang lain saja / Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya? / Kalau kau sibuk membuktikan cela orang saja / Kapan kau menyadari celamu sendiri?

Kalau kau sibuk bertikai saja / Kapan kau sempat merenungi sebab pertikaian? / Kalau kau sibuk merenungi sebab pertikaian saja / Kapan kau akan menyadari sia-sianya?

Kita selalu sibuk mencela orang lain. Mencari kesalahan-kesalahannya, memotret kesalahan orang lain. Membuktikan cela kesalahan tersebut. Sampai kita puas. Bahwa orang tersebut memang punya cela, yang patut kita hukum, patut kita hakimi. Dan pada akhirnya kita lupa, kita punya cela besar yang menganganga dan lupa kita tutup, lupa kita perbaiki.

Kita sibuk bertikai. Mencari-cari perbedaan. Atau mengada-ngadakan perbedaan. Membuat itu jadi masalah. Lupa mencari penyelesaiannya. Tak sadar waktu berjalan dengan penuh kesia-siaan. Tak sadar silaturahmi telah terputus. Tak sadar orang yang kita cintai telah pergi. Sibuk membenci, lupa menyayangi.

Kita memandang orang lain dengan stok pengalaman masa silam. Melihat dengan remeh perilaku orang lain. Merasa kita lebih tepat dan berada di jalan lurus tanpa liku. Melihat orang lain telah mencong kanan dan kiri. Tak sesuai dan harus diluruskan.

Niatan baik untuk meluruskan yang bengkok menjadi sia-sia. Karena yang bengkok tersebut malahan patah karena cara kita yang salah. Kita terjebak menjadi penjaga moral. Semua salah dan harus diluruskan.

Era sosial media, di mana semua gamblang dan terbuka. Menyebar cepat. Kita semakin sibuk mengurusi orang lain. Menjadikan masalah orang lain sebagai masalah kita. Bukan karena perduli. Karena kita asyik menakar orang lain dengan kacamata kita yang seringkali kacamata kuda.

Sosial media menjadi etalase yang harus kita pantau. Dan kita pun asik komentar dengan semua kehidupan orang lain. Alpa memperhatikan diri kita yang juga compang-camping tak karuan. Lupa memperbaiki diri.

Kita begitu mudah menyebarkan kebencian-kebencian. Kebencian ke saudara, ke teman kerja, ke orang yang cuma kita kenal di media sosial, atau yang tak pernah kita kenal sekalipun. Seringkali terpancing ingin komentar.

Bayangkan jika kita punya banyak grup whatsapp dan setiap saat narasi kebencian itu datang. Kita merasa perlu terlibat dan berdiskusi, dan akhirnya kita sibuk mengurusi hal-hal tersebut. Lelah yang didapat. Terpancing ingin komentar.

Kita pusing dengan status, kicauan, dan apapun itu yang berasal dari orang lain. Memikirkannya dan mendiskusikannya. Kita sakit. Orang lain biasa aja. Kita repot. Panas. Orang lain adem ayem.

Kita lupa, kita tak seragam. Kita beragam. Kita lupa diperintahkan untuk saling mengenal, bukan saling memusuhi. Kita lupa menjadi rahmat bagi semesta alam. Tak toleran terhadap perbedaan. Berbeda berarti salah dan harus dimusuhi.

Kita sering lupa. Dan lupa itu disengaja. Karena kita sibuk. Tak bisa ada yang mengganggu. Kita sibuk dengan pikiran sendiri. Menerjemahkan sendiri pikiran-pikiran itu. Menghakimi orang dengan pikiran itu. Dan lupa memikirkan diri kita sendiri. Diri yang juga penuh kekurangan-kekurangan.

#tulisan ini sebagai bahan renungan pribadi. Sesungguhnya bukan Kita kata ganti yang pas, tetapi Saya.

 

Sebelumnya diunggah di: http://www.kompasiana.com/anggiafriansyah/sibuk-dan-tak-sempat_57bfa950ab92737558da2946

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: