Mendengar Kisah Pilu Horor Guru Honorer

Menjadi guru merupakan pilihan mulia. Tak sembarang orang bisa menjadi guru. Terutama guru yang memiliki dedikasi pada dunia pendidikan, yang jiwa dan raganya tertambat pada anak-anak yang membutuhkan pencerahan. Guru yang memiliki tekad kuat untuk berjuang mencerdaskan dan memberikan pencerahan kepada anak bangsa. Upaya besar untuk mencerdaskan anak bangsa tentu harus selaras dengan peningkatan martabatContinue reading “Mendengar Kisah Pilu Horor Guru Honorer”

Membaca Menguatkan Nalar

“SAYA tidak pernah yakin, dan tidak pernah terlalu percaya bahwa tulisan saya dibaca orang. Saya berasal dari sebuah negeri yang resminya sudah bebas buta huruf, tapi yang bisa dipastikan masyarakatnya sebagian besar belum membaca secara benar yakni membaca untuk memberi makna dan meningkatkan nilai kehidupannya.” (Seno Gumira Adjidarma) Kata-kata tersebut dinyatakan Seno Gumira Adjidarma (SGA)Continue reading “Membaca Menguatkan Nalar”

Pelajaran Berlari

Mungkin karena saya selalu agak pagi dan pulang tak terlalu sore juga belum merasakan musim hujan saat menumpang KRL Bekasi-Manggarai, saya belum merasakan sesaknya KRL Bekasi-Manggarai. Sebagai mantan penumpang KRL Bogor-Jakarta rasanya naik KRL Bekasi Jakarta cemen saja. Bahkan terasa sangat enteng. Saya jarang sekali berdesak-desakan. Ya mungkin karena waktunya saja yang pas. Meskipun memangContinue reading “Pelajaran Berlari”

Kata Paulo Coelho

Kata-kata Paulo Coelhoe di bukunya yang termahsyur Alchemist ini sepertinya tepat dengan kondisi saat ini: “Orang tampaknya selalu merasa lebih tahu, bagaimana seharusnya orang lain menjalani hidup, tapi mereka tidak tahu bagaimana menjalani hidup sendiri”. Ya, itulah kita sekarang. Kita lebih asyik dan sibuk menilai orang lain. Sibuk menyalahkan, menasehati, merendahkan cara pandangan orang, perilakuContinue reading “Kata Paulo Coelho”

Makanya Ngaji yang Bener

Saya pernah mesantren. Tiga tahun. Waktu yang amat sebentar. Bisa ngaji? Jelas ngga. Mahir bahasa Arab? Apalagi, jauh dari mahir. Hapal berapa kitab kuning? Hapalan lepas semua, lupa. Apalagi level ngajinya masih di kitab-kitab dasar. Akhlaqul banen, safinah, tijan, jurumiyah dll. Kalau ketemu alumni pesantren beneran bawaannya minder. Mereka ngelotok nahwu sorofnya, bagus bacaan qurannya.Continue reading “Makanya Ngaji yang Bener”