Buku

Dua buku ini murah saja. Dua puluh ribu. Buku ini dijual dekat kantor. Saya beli buku ini untuk anak kami yang berusia dua tahun lebih.

Buku-buku yang pernah kami belikan memang jauh dari kata awet. Robek, penuh coretan dan compang-camping. Awal diperkenalkan dengan buku, tak pernah ada buku yang tahan lama. Sekarang sih sudah agak mendingan. SI bocah sudah mau diam menyimak apa yang saya ceritakan dan bertanya sambil menunjuk-nunjuk buku yang saya bacakan. Kami membaca bergantian. Kadang bundanya yang menyeritakan, kadang saya.

Sudah beberapa waktu ini setiap menjelang tidur ia bilang, yah baca. Jadi setiap malam tugas saya adalah mendongeng, membacakan buku untuk dia. Memancing imajinasinya dengan cerita-cerita yang kadang saya karang saja. Berbeda jauh dari buku yang dia minta untuk bacakan. Tapi kami senang, ‘pemaksaan’ kami membaca buku baginya sudah mulai berhasil. Ia yang sering membawa buku dan meminta kami membacakannya.

Saya belajar banyak dari guru-guru di sekolah, cerita orangtua muda, juga anak-anak yang pernah diajar dulu mengenai bagaimana agar anak mau bersemangat membaca. Yah, memang saya belum tahu apakah nanti bocah kecil kesayangan saya ini akan senang membaca atau tidak. Tapi ikhtiar harus selalu dilakukan.

Seorang siswa yang pernah saya ajar bercerita mengapa ia gemar membaca. Kebiasaan yang dirintisnya sejak usia 1 tahun setengah karena orangtuanya memang memanjakan dia dengan beragam buku. Sekarang ia masih konsisten membaca 2-3 buku perbulan. Itu di luar buku perkuliahannya yang berat-berat (ia kuliah di FK UI). Kalau libur nafsu membacanya lebih gila. Ia bisa baca lebih 20 buku. Dan itu rata-rata (kayaknya semua) berbahasa Inggris. Kecermatannya membaca buku juga saya rasa jauh di atas saya. Itu bisa saya lihat dari essay-essay yang saya tugaskan ketika masih mengajar. Saya sering iseng mengorek kebiasaan dia membaca. Siapa tahu bisa ditularkan bagi anak saya.

Mas AS Laksana dalam salah satu kolomnya pernah bercerita, minimal orangtua pencitraan di depan anaknya membaca atau bahkan memegang buku. Yah rasanya ini lebih manfaat dari pada memegang gadget. Ini yang juga sering saya lakukan, pegang buku di depan sang bocah. Sedikit demi sedikit dia sudah bisa meminta untuk dibacakan buku. Kadang mengenai buaya, kancil, onta, sapi, dan lainnya. Atau kadang dia merebut buku yang sedang saya baca dan meminta untuk dibacakan juga.

Sayangnya memang harga buku di toko-toko buku, utamanya yang berbahasa asing masih sangat mahal. Kadang saya merasa sedih, belum bisa beli buku-buku yang bagus-bagus itu. Makanya setiap ada bazar buku yang menyediakan buku dengan murah saya beli tanpa berpikir panjang.

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: