Melepas Malas

Menyalakan lentera semangat itu susah sekali. Malas, itu membelenggu sekali.  Melepasnya, susah sekali. Padahal minggu ini sudah ada tugas yang perlu dipenuhi. Tinggal menghitung hari saja. Tapi, entah, rasa malas begitu kuat mengikat. Dari kemarin, yang dikerjakan dengan semangat hanya membaca novel saja. Membaca novel, memang begitu mengasyikan. Namun, mengerjakan tugas, mengedit, mereview begitu berat dilakukan.

Sampai detik ini, setiba di kantor, kerjaan saya hanya membaca berita, sedikit-sedikit membaca buku, mengunduh jurnal untuk bahan penelitian, dan diam mendengarkan lagu.

Memulai membuka laptop dan mengetik rasanya begitu sulit. Ada tembok yang begitu sulit dilepas. Padahal kadang, ketika dimulai akan jadi mudah. Memulai memang sering membutuhkan energi lebih dari apapun.

Dan sore ini, di tengah lagu Barasuara yang menghentak diselingi lagu-lagu Frau saya kembali menguatkan niat, menembus tembok kemalasan. Semoga malam ini kemalasan itu sudah hilang.

Meskipun, ketika sudah sampai rumah, lebih asyik main dengan bocah lanang yang biasa berteriak ayah-ayah-ayah ketika saya datang. Main sebentar, ngelonin, dan seringkali sukses tidur. Padahal niatnya masih ada yang ingin dikerjakan.  Dan niatan membuka laptop biasanya hanya impian belaka. Gagal. Lelah. Padahal dulu, ketika saya masih bergelut Bogor Jakarta, bahkan dengan menaiki sepeda motor, masih ada banyak energi untuk menulis.

15 hari ini, belum ada produksi kata yang memadai untuk dikirim ke mana pun. Seperti tahun lalu, awal tahun, selalu saja saya merasa sulit untuk menulis. Si ide entah ke mana pergi. Mungkin saya terlalu terjebak pada kenyamanan, mengerjakan yang itu-itu saja. Saya selalu takjub dengan para penulis yang menulis dengan sangat baik, berkarya dengan sangat oke, dan membuat para pembacanya menikmati karya-karyanya.

Sementara itu, saya masih saja menulis, yang rasanya, tak banyak berubah, itu-itu saja, dan mengulang-ngulang.  Memproduksi kata yang tak berfaedah. Rasanya saya terjebak.  Mesti menggali ilmu, belajar lebih teguh, dan membaca lebih kuat.

 

 

 

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

One thought on “Melepas Malas

  1. Coba ganti waktu nulisnya pas masih pagi jadi pas masih full energi kak… biasanya klo males saya suka rubah rutinitas jadi lebih awal… atau coba aja nulis kata acak… lama-lama pas ngetik acak juga muncul idenya, ehehehehehe…

    Yah… tergantung masing-masing karakter sih ya..

    Semangat!
    Salam buat Dina n Raje.. hohohoho

    Salam Blogwalking,
    ardeviwiharjo.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: