Masa Depan Pemuda di Bidang Pertanian

Masa Depan Pemuda di Bidang Pertanian
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Pemuda dan Pertanian Berkelanjutan

Penulis : Vanda Ningrum & Amorisa Wiratri

Penerbit : Pustaka Sinar Harapan

Cetakan : 2017

Tebal : xvi + 202 halaman

ISBN : 978-979-416-990-2

Buku ini membahas pertanian, lahan, pasar, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan pertanian keluarga skala kecil. Buku ini berusaha menggambarkan kondisi pemuda dan pertanian secara umum, secara khusus di Jawa. Sektor pertanian tidak lagi begitu menarik minat para pemuda. Karya ini lahir berdasarkan tim peneliti yang menelusuri desa-desa pertanian padi Jawa selama tiga tahun.

Survei dilakukan di tiga desa pertanian padi Surakarta, Jawa Tengah, tahun 2015 dan 2016. Penelitian menyoroti peran pemuda yang tidak sepenuhnya hilang dalam menunjang sektor pertanian, meskipun minat terhadap dunia pertanian amatlah kecil (hlm 4).

Koning (1997) memandang penting kajian lebih dalam dinamika perdesaan yang menyebabkan pemuda desa tidak tertarik pertanian. Dalam studi ini, pemuda didefinisikan sebagai penduduk berusia 15–35 tahun. Sebab, bicara diskursus pemuda dalam studi sosial sangatlah beragam.

ILO, misalnya, mendefinisikan pemuda sebagai penduduk berusia 15–24. UU No 40 Tahun 2009 mendefinisikan rentang pemuda berusia 16–30. Masyarakat perdesaan mendefinisikan pemuda secara berbeda. Mereka menyatakan kategori pemuda penduduk yang masih bersekolah dan belum menikah (hlm 5–8).

Survei menunjukkan hanya 3 persen anak tinggal bersama orangtua yang bekerja sebagai petani padi berminat melanjutkan bekerja sebagai petani. Tingkat pendidikan pemuda perdesaan yang semakin tinggi mendorong bermigrasi ke kota mencari pekerjaan formal maupun informal. Yang di desa pun memilih menjadi buruh pabrik daripada bertani (hlm13–14).

Kondisi ini tentu menghawatirkan masa depan pertanian skala rumah tangga. Apalagi ada pemberian kesempatan swasta besar multinasional membuka food estate ssebagaimana termaktub dalam PP No 18 Tahun 2010 mengenai Usaha Budi Daya Tanaman. Ini dapat memutus rantai generasi petani desa. Kelak tinggal generasi tua yang kurang produktif. Ini mengancam kedaulatan pangan. Apalagi Sensus Pertanian tahun 2013 menunjukkan, penduduk petani berumur 50–60 (hlm 15).

Data BPS (2016) menyatakan, ada 37,7 juta jiwa bekerja di sektor pertanian atau 31,9 persen dari total peduduk yang bekerja. Penyerapan tenaga kerja ini terkait dengan kontribusi pendapatan ekonomi, mencapai 31,1 miliar tahun 2015. Namun, para pemuda desa enggan memilih pertanian sebagai bidang pekerjaan karena keterbatasan kesempatan kerja. Ada juga ketidakpastian dan rendahnya penghasilan produksi pertanian (hlm 38). Selain itu, dalam kurun waktu satu dekade pemuda yang bekerja di sektor pertanian menurun karena lahan pertanian menyempit (hlm 62).

Tiga aktor utama pembangunan pertanian, khususnya padi adalah petani, pemerintah, dan swasta. Kunci untuk kesetaraan relasi ketiganya keinginan meningkatkan kesejahteraan dan membuka kreativitas petani. Pemerintah minta industri tidak hanya mementingkan keuntungan, namun juga keberlanjutan pertanian masa depan (hlm 69–98).

Ploeg (2008) mengemukakan fenomena depeasantisation, kondisi ruang kosong yang ditinggalkan petani desa. Ini terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Manning (1993) melihat dampak modernisasi Indonesia dengan berkembangnya sektor manufaktur menyebabkan beberapa daerah berkembang menjadi perkotaan dan menyebabkan urbanisasi (hlm 107).

Karang Taruna Manunggal Sleman, Serikat Petani Pasundan Garut, SD Pangudi Luhur Kalirejo Kulon Progo, Sekolah Pagesangan Gunung Kidul, dan Pesantren Ekologi Ath Thaariq Garut serius mengajak pemuda memperhatikan dunia pertanian. Ini upaya mengembalikan produk pertanian kepada petani (hlm 159).

Diresensi Anggi Afriansyah, Peneliti P2 Kependudukan LIPI

 

dimuat di: http://www.koran-jakarta.com/masa-depan-pemuda-di-bidang-pertanian/

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: