Nama Saya Anggi Afriansyah

Ketika kecil, bapak tidak pernah cerita, kenapa saya diberi nama Anggi. Dan saya tidak pernah sadar bahwa nama “Anggi” itu lebih banyak digunakan oleh perempuan.

Yang saya tahu ketika kecil tidak pernah ada nama pemain Persib Bandung, klub favorit bapak, yang bernama Anggi. Bahkan tidak ada pemain sepak bola yang namanya Anggi, ini setahu saya ketika kecil dulu. Tapi teman-teman saya tidak ada yang pernah meledek atau merundung soal nama sih. Di sekolah pernah ada juga teman yang bernama Anggi Agustian, dan dia seorang lelaki.

Di SMP baru saya sadar bahwa nama Anggi lebih banyak dipakai orangtua untuk menamai anak perempuan. Cilakanya, di absen SMP jenis kelamin saya selalu P (Perempuan). Di dunia kerja, semasa menjadi guru dan mengikuti beberapa pelatihan, beberapa kali saya ditempatkan sekamar dengan Ibu-ibu karena nama saya.

Atau sekarang seringnya ketika abang Gojek menyapa saya ketika ia mau menjemput. Mau dijemput di mana Mba?. Sampai saya mengganti nama menjadi Afriansyah. Karena nama di aplikasi gojek si Abang adalah Anggia.

Selain itu, meski sudah jelas foto profil FB dan media sosial lainnya ataupun WA saya adalah foto lelaki, seringkali saya dipanggil Mba atau Ibu. Kalau tidak penting-penting banget seringkali tidak saya jelaskan bahwa saya lelaki. Tetapi jika harus kontak berkali-kali saya akan jelaskan, “maaf saya lelaki, Mas, Mba, Bu, Pak”. Tentu saja ketika menuliskan penjelasan tersebut ada perasaan aneh.

Ketika sudah agak besar saya bertanya, sebetulnya apa arti nama saya, dan mengapa saya diberi nama Anggi bukan Angga, bukan Adi, bukan nama-nama lainnya. Pertanyaan ini saya hadirkan setelah salah satu guru olahraga di SMP bertanya apakah Bapak saya menyukai The Rolling Stones? Selain juga salah satu teman saya menanyakan hal yang sama. Saya tak bisa menjawab, karena saya tak tahu makhluk macam apa itu The Rolling Stones. Saya hanya tahu Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih. Paling banter grup band dalam negeri yang hits ketika SMP seperti Dewa 19, Sheila On 7, Padi, Slank dsb.

Bapak pun tak menjawab iya. Saya yakin beliau tak kanal siapa itu The Rolling Stones. Jawaban pertanyaan guru dan teman saya terjawab setelah saya besar. Tepatnya ketika ada kasus Angelina Sondakh. Ada media yang mempertanyakan kasus tersebut dengan mengutip lagu The Rolling Stones yang berjudul Angie, “Angie, you’re beautiful, but ain’t it time we said goodbye?” Saya baru tahu, oh ini yang membuat guru dan teman saya bertanya mengapa nama saya Anggi.

Anggi menurut Bapak berasal dari kata Anggrek. Apakah bapak terinspirasi dari nama bunga Anggrek. Ternyata tidak saudara-saudara. Anggrek adalah nama sekolah di mana Ibu saya mengabdi bertahun-tahun sebagai guru. Tempat di mana kami tinggal selama puluhan tahun, di perumahan sekolah yang hanya punya satu kamar itu. Entah bagaimana dari Anggrek menjadi Anggi. Ini saya tanyakan, dan Bapak tak pernah menjawab dengan jelas. Afriansyah dicuplik dari April. Karena saya lahir bulan April. Kenapa menggunakan F bukan P? Alasannya jelas, Bapak dan Mamah orang sunda. Nama adik saya pun ada unsur Fnya. Syah, menandakan bahwa saya sah dan asli anak Bapak dan Mamah. Itu saja katanya.

Dalam absen nama saya pun sering salah. Anggi Apriansyah. Di Ijazah SD juga tertulis Anggi Apriansyah. Karena Bapak ahli menulis ijazah dengan tulis tangan, “p” nya kemudian dikerik menjadi “f”. Di sertifikat lainnya beberapa kali nama saya berubah menjadi Anggi Firmansyah. Entah dari mana nama itu berasal. Satu yang menyenangkan dari nama Anggi Afriansyah adalah ketika seorang teman di Aliyah bercerita, bahwa secara hitungan (entah hitungan apa) nama saya itu membawa keberuntungan. Ya, semoga saja demikian. Saya anggap itu merupakan doa. Nama ini jelas pusaka dari orangtua saya.

Mengapa saya menulis soal ini? Karena tiba-tiba di blog ada yang menyapa saya dengan sapaan Mba. Padahal jelas di foto blog tersebut wajah saya tidaklah cantik.

Selamat bermalam minggu.

Cimuning, 29 Mei 2020

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: