Soal Rambut

Soal Rambut
Sudah hampir 3 bulan saya tidak potong rambut. Dan sepertinya ada banyak orang yang senasib sepenanggungan seperti saya.

Menjadi gondrong selalu ada dalam imajinasi saya. Ketika kuliah di UNJ dulu saya tidak berani gondrong. Pertama, karena saya mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Kedua, karena saya calon guru. Pikiran saya memang normatif sekali ketika itu. Cocok dengan jurusan yang saya geluti PPKN.
Apakah tidak boleh gondrong? tentu saja boleh. Tidak ada aturan tertulis soal memanjangkan rambut atau gondrong bagi mahasiswa laki-laki. Beberapa teman saya gondrong. Hanya saja mental saya tidak kuat untuk gondrong. Jadi setiap panjang sedikit, rambut saya kemudian dengan cepat dipangkas.
Setelah lulus dan mulai mengajar sebentar di kampus, kemudian di sekolah, cita-cita rambut gondrong jelas harus dikubur dalam-dalam. Jika anak saja diminta berambut pendek, bagaimana gurunya bisa gondrong.
Cerita soal gondrong-gondrongan ternyata memang bukan soal demi estetika. Lebih lanjut bisa dibaca pada karya atik Aria Wiratma “Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an”. Saya belum baca karyanya secara utuh. Tapi membaca ragam resensi terhadap buku ini sudah merasa bahwa buku ini memang keren. Ada saja ide penulis untuk mengungkap berbagai hal di balik soal gondrong-gondrongan.
Ketika penelitian tesis, di SMA Kolese Gonzaga saya bertemu banyak anak-anak lelaki berambut gondrong. Dari cerita para guru, lelaki-lelaki gondrong ini adalah mereka yang berprestasi. Ketika saya melakukan penelitian sebagian anak sedang protes untuk berambut gondrong, mereka harus memiliki rata-rata nilai 85, laik 5 poin dibanding tahun-tahun sebelumnya, 80.
Ketua OSIS yang saya wawancarai berambut gondrong. Tampilan awal seperti urakan, tetapi ketika mulai bicara, duh ini anak sopannya dunia akhirat. Tutur katanya tertutur, pengetahuannya mendalam, cara bicaranya asyik. Kok anak 11 SMA sudah keren begini bicaranya. Sementara saya yang sudah jadi guru ketika itu masih belibet kalau bicara.
Nah, di kala pandemi saya memiliki kesempatan memanjangkan rambut. Ke tukang pangkas rambut rasanya masih khawatir. Imajinasi awal, kalau saya gondrongkan, mungkin saya bisa seperti Vino G. Bastian ketika main di film Wiro Sableng. Rambut yang tidak panjang-panjang banget, jago silat, dan pipi tirus. Keren sekali. Tapi, ya sayang, itu hanya imajinasi. Pipi ini menggelembung dan rambut saya tidak selurus rambut Vino G Bastian.
Ingin lebih gondrong lagi seperti Aquaman, perut sudah one pack. Mau cukur ala Lee Min Ho, aktor Korea favorit istri, agar seperti Raja Corea, jelas sulit. Istri saya saja sudah kesal, karena poni lempar semakin sulit di atur. Anak saya bilang saya mirip Monsta, seorang monster, salah satu karakter di buku Cican terbitan Mizan.
Ketika lebaran kemarin, saya minta dipotongkan Mama, khususnya bagian yang meringkel-meringkelnya. Bukannya rapi, kok jadi aneh. Anak kami, di bulan ramadan lalu sudah dipotong poninya oleh istri. Itu pun, karena kami tidak punya gunting yang memadai, rambutnya harus dipotong oleh gunting taman. Karena anak kecil, ya dipotong model apapun tetap lucu. Apalagi anak sendiri.
Corona virus hairstyle, beberapa orang bilang seperti itu. Banyak tetangga saya pun yang rambutnya sudah gondrong. Beberapa kemudian memotong sendiri. Tetapi ada juga yang sudah pasrah dan mendatangi tukang potong rambut langganannya masing-masing karena sudah tidak betah. Saya masih menunggu waktu yang tepat untuk memangkas rambut.
Ada yang seperti saya?

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: