Selamat Hari Santri

73071521_10215450842880290_1391732028545695744_n
Foto menjelang lulus kelas 3 Aliyah bersama almarhum Ajengan KH Ilyas Ruhiat, pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, Rais Aam PBNU 1992-1999.

2002, selulus dari SMP di bilangan Tambun saya meneguhkan niat untuk mengaji di pesantren.

Masuklah saya ke Pondok Pesantren Cipasung. Setelah ibu dan bapak saya observasi tanya sana sini. Saya dan bapak ke Cipasung pertama kalinya untuk mendaftar. Ke asrama Al Jihad, kata bang Rofidin, seorang santri senior asal Bekasi. Dan untuk sekolah, saya mendaftar di MAN Cipasung, karena sekolahnya negeri.

Kami naik Bus Budiman dari terminal Bekasi sekitar jam 10 malam. Tiba sebelum subuh di terminal Tasik. Nunggu mobil “glebeg” penuh. Kami pun meluncur ke Pesantren. Bapak menego supir, katanya, antarkan kami ke Cipasung. Dari jalan utama ternyata tak jauh.

Karena belum adzan subuh, kami menunggu di Masjid. Saya melihat banyak anak seusia saya sudah bangun. Ada yang shalat, ada yang membaca Al Quran. Udara begitu dingin. Saya deg-degan. Siapkah saya menjadi santri? Hidup mandiri? Sementara sampai SMP, saya adalah anak yg manja. Tak pernah lepas dari orangtua. Tapi saya yakin bisa. Bismillah.

Setelah subuh, kami mendaftar ke asrama dan Aliyah. Saya memilih jurusan IPA. Sebetulnya saya ingin IPS. Di Aliyah dulu sejak kelas 1 dibuat penjurusan. Dan ketika mendaftar, ibu guru yg menerima menyebut nilai saya bagus. Jadi masuk IPA saja. Beliau bilang, sekalian kelas SIC (special intensive class). Saya masuk. Meskipun belakangan tergopoh-gopoh. Saya memang tak cocok masuk IPA. Sampai kelas tiga pun, saya terseok-seok belajar mata ajar IPA.

Masuk pesantren, kemampuan survival benar-benar diuji. Uang saku memang tak pernah kurang. Tapi saya belajar manajemen diri. Saya belajar mencuci, menyetrika, belajar makan apa saja, belajar sabar, belajar kehilangan. Belajar menghargai perbedaan, menghargai orang lain. Bukan perkara akademik. Saya payah di bidang akademik. Soal pengajian, hapalan saya tak bagus-bagus amat. Sekarang banyak yang hilang.

Tapi soal hidup, saya belajar banyak. Jika diulang. Saya tetap akan masuk ke pesantren. Mungkin belajarnya dikuatkan. Kadang saya malu mengaku sebagai santri. Bahasa arab saya, jelas sekali buruknya. Yang tersisa adalah ajaran-ajaran para guru agar selalu menghormati ahli ilmu, harus sabar, hormat pada yang tua. Jika ada keinginan berdoa sebaik-baiknya, usaha sekuat-kuatnya. Jangan merendahkan orang lain. Berbuat baik, kehidupan baik akan menghampiri. Saya belajar, bahwa hidup bukan soal hitung-hitungan rasional.

Hatur nuhun untuk para guru semuanya. Selamat hari santri.

 

Published by anggiafriansyah

Terlahir dengan nama Anggi Afriansyah, biasa dipanggil Anggi. Sekolah Dasar di SDN Anggrek Cibitung lulus pada tahun 1999; SMP di SMP Negeri 1 Tambun, Bekasi lulus pada tahun 2002; nyantri di Ponpes Cipasung Tasikmalaya sambil Sekolah di MAN Cipasung lulus pada tahun 2005; S1 di Jurusan Ilmu Sosial Politik Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Universitas Negeri Jakarta lulus tahun 2009, setelah itu melanjutkan S2 di Departemen Sosiologi Universitas Indonesia lulus pada tahun 2014. Sedikit punya pengalaman organisasi sebagi Bendahara Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ranting MAN Cipasung, Tasikmalaya (Periode 2003-2004); Kepala Biro Rohani HMJ Ilmu Sosial Politik (Periode 2006-2007); Bergabung di HIMNAS PKn namun tidak terlalu aktif, Kemudian aktif di Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (PKPIS) FIS UNJ (2008-2011). Setelah lulus sambil kuliah S2 mendapat kesempatan menjadi Asisten Dosen di Prodi IPS FIS UNJ mengampu Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Politik (2010-2011), dan menjadi Pengajar di Akademi Kebidanan Prima Indonesia, Mengampu Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (2011). Pernah menjadi Tentor di Salemba Grup untuk Persiapan SIMAK UI, Mengajar Sosiologi (2012). Pada tahun 2012 mendapat kesempatan yang luar biasa, menjadi Guru PKn selama dua tahun di SMAI Al Izhar Pondok Labu (2012-2014). Tahun 2014 mengajar Mata Kuliah Umum (MKU) Pendidikan Pancasila dan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Negeri Jakarta, Psikologi Sosial di STKIP Kusuma Negara, dan HAM di Universitas Terbuka. Sesekali terlibat kegiatan penelitian di Kemendikbud mulai tahun 2009. Pada tahun 2014 selama beberapa bulan aktif membantu di Unit Implementasi Kurikulum Kemdikbud. Awal tahun 2015 diterima di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI sebagai peneliti bidang Sosiologi Pendidikan dan terlibat penelitian di bidang Ketenagakerjaan. Sampai saat ini masih berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ingin jadi peneliti, penulis, dan pengajar sukses (aamiin). Di Blog ini menulis apapun secara random yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan para pembaca. Selamat membaca, Salam Anggi Afriansyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: