Mendidik Membentuk Wajah Bangsa

TAHUN ajaran baru segera dimulai pertengahan Juli ini. Sampai saat ini, jutaan orang masih menggantungkan impiannya pada lembaga persekolahan. Laporan yang dirilis BPS (2017) menyebut pada Tahun Ajaran 2016/2017 terdapat 25,6 juta siswa SD, 10,1 juta siswa SMP, 4,6 juta SMA, dan 4,7 juta SMK. Di luar data itu, tentu masih ada mereka yang mengikuti … Continue reading Mendidik Membentuk Wajah Bangsa

Advertisements

Menyiapkan Generasi Penerus

Dalam Laporan Forum Ekonomi Dunia (2016) “The Future of Job: Employment, Skills, and Workforce Strategy for the Forth Industrial Revolution” disebutkan beberapa keterampilan yang dibutuhkan individu untuk memasuki dunia kerja masa depan, di antaranya keterampilan pemecahan masalah kompleks, manajemen sumber daya, sosial, sistem, dan teknis. Keterampilan memecahkan masalah kompleks penting saat memasuki dunia kerja. Keterampilan … Continue reading Menyiapkan Generasi Penerus

Menguatkan Pancasila dari Ruang Kelas

Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 1945 telah menjadi konvensi kenegaraan. Momen yang tepat untuk merenungkan dan merefleksikan terkait aktualisasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Pancasila sepertinya memang mudah sekali dilupakan dalam kehidupan keseharian kita. Setiap saat kita menyaksikan bagaimana nilai-nilai yang ada di Pancasila ditinggalkan. Pancasila dilupakan ketika religiusitas diartikan … Continue reading Menguatkan Pancasila dari Ruang Kelas

Memutus Laku Kekerasan di Dunia Pendidikan

VIRALNYA video pemukulan yang dilakukan seorang guru kepada siswanya di salah satu SMK di Purwokerto, Jateng, kembali memperlihatkan betapa pendidikan kita belum steril dari tindakan kekerasan (Media Indonesia, 23/4). Peristiwa itu jelas bukan yang pertama. Dalam beberapa tahun terakhir kasus kekerasan di dunia pendidikan semakin banyak terungkap. Pada 2016, seorang guru SMKN 2 Makassar dipukul … Continue reading Memutus Laku Kekerasan di Dunia Pendidikan

Agar Tidak Keracunan Omong Kosong*

DONALD B Calne (1999) seorang profesor neurologi di University of British Colombia dalam Within Rationality and Human Behavior (sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Batas Nalar: Rasionalitas dan Perilaku Manusia, diterjemahkan Kepustakaan Populer Gramedia) mempertanyakan, "Jika memang betul kearifan berasal dari pendidikan, bagaimana mungkin Jerman yang merupakan negeri Bach, Beethoven, Brahms, Goethe, Leibniz, dan Kant … Continue reading Agar Tidak Keracunan Omong Kosong*

Mengedepankan Pedagogi Egalitarian

Laporan Global Education Monitoring 2016 menyatakan, dunia pendidikan mesti mengonstruksi kreativitas, pemi- kiran kritis, kerja sama, penguasaan teknologi informa- si dan komunikasi serta kemampuan literasi digital. Masih menurut laporan itu, seorang guru harus memahami isu-isu mengenai HAM, kewarganegaraan global, pembangunan berkelanjutan, kesetaraan gender, dan pendidikan perdamaian. Digital Dividens (2016) yang dirilis Bank Dunia juga menyebut … Continue reading Mengedepankan Pedagogi Egalitarian

Membaca Menguatkan Nalar

“SAYA tidak pernah yakin, dan tidak pernah terlalu percaya bahwa tulisan saya dibaca orang. Saya berasal dari sebuah negeri yang resminya sudah bebas buta huruf, tapi yang bisa dipastikan masyarakatnya sebagian besar belum membaca secara benar yakni membaca untuk memberi makna dan meningkatkan nilai kehidupannya.” (Seno Gumira Adjidarma) Kata-kata tersebut dinyatakan Seno Gumira Adjidarma (SGA) … Continue reading Membaca Menguatkan Nalar