Kenalkan Keragaman ke Siswa

Negeri ini begitu diberkahi Tuhan dengan limpahan kekayaan alam, ragam adat istiadat, bahasa, kesenian, maupun kearifan lokal. Sayangnya, bangsa ini sering kali melupakan, mensyukuri anugerah tersebut. Rakyat malah bertengkar sehingga lupa merayakan Indonesia yang beragam. Tentu perdebatan sangat lumrah, asal mau saling mendengarkan dengan baik yang disampaikan pihak berbeda pandangan. Argumen harus diiringi rujukan referensi … Continue reading Kenalkan Keragaman ke Siswa

Advertisements

Kenalkan Keragaman ke Siswa

Negeri ini begitu diberkahi Tuhan dengan limpahan kekayaan alam, ragam adat istiadat, bahasa, kesenian, maupun kearifan lokal. Sayangnya, bangsa ini sering kali melupakan, mensyukuri anugerah tersebut. Rakyat malah bertengkar sehingga lupa merayakan Indonesia yang beragam. Tentu perdebatan sangat lumrah, asal mau saling mendengarkan dengan baik yang disampaikan pihak berbeda pandangan. Argumen harus diiringi rujukan referensi … Continue reading Kenalkan Keragaman ke Siswa

Guru PKn dan Pancasila

Beberapa waktu lalu lembaga UKP PIP yang digawangi Kang Yudi Latif didirikan. Niatannya bagus, agar Pancasila kembali diingat-ingat dan dipraktikan. Tapi belum-belum lembaga ini bekerja, banyak yang menyangsikan dan menyatakan lembaga ini hanya akan menjadi seperti BP7 dahulu di jaman orde baru. Saya tak mau menduga akan seperti apa lembaga ini. Karena memang baru terbentuk … Continue reading Guru PKn dan Pancasila

Sulitnya Menghadirkan Keteladanan

Dari hari ke hari pemberitaan media massa ramai oleh atraksi negatif dari tokoh-tokoh publik yang mencederai hati nurani. Mereka yang mestinya menghadirkan contoh praktis keteladanan justru menampilkan tindakan yang bertolak belakang. Beberapa pejabat publik harus berhadap-hadapan dengan hukum karena terjerat kasus korupsi. Menurut siaran pers KPK, dalam rentang 2004-2016 terdapat 63 kepala daerah yang terdiri … Continue reading Sulitnya Menghadirkan Keteladanan

Selama ini Sekolah Ngapain Aja?

Everett Reiner mengutip Margaret Mead dalam pengantar Bukunya School Is Dead, "Nenek saya ingin saya memeroleh pendidikan, karenanya ia tak mengijinkan saya sekolah". Kemudian Reiner menulis, "Kita harus berhenti mengasingkan sekolah dari kehidupan nyata sehari-hari". Kutipan tersebut saya ambil dari Catatannya Mas Andrias Harefa. Buku School Is Dead karya Reiner dan Deschooling Society karya Illich … Continue reading Selama ini Sekolah Ngapain Aja?

Berharap pada Pendidikan

Membaca tulisan Y. Sari Jatmiko yang berjudul Mlarat in Ningrat (2008) begitu menarik. Mlarat in ningrat adalah ungkapan dari Romo Mangun yang berarti miskin namun bermartabat. Ungkapan yang merupakan pilihan sikap dari Romo Mangun terhadap kaum miskin dan pemerdekaan kaum miskin menjadi manusia yang bermartabat, yang secara praksis diwujudkan pada pendidikan formal alternatif SD Mangunan. … Continue reading Berharap pada Pendidikan

Berhenti Beternak Kebencian

KEBENCIAN semakin begitu mudah dipertontonkan. Kita menyaksikan beragam kebencian berseliweran di media sosial menyerang siapa saja pihak yang berseberangan. Sasarannya bisa personal, kelompok, agama, atau pemerintah. Beragam informasi yang belum tentu teruji kebenarannya begitu cepat disebarluaskan. Pertarungan politik misalnya, begitu mudah dibawa ke beragam dimensi kehidupan. Sekolah, rumah, dan mimbar keagamaan tak luput menjadi arena … Continue reading Berhenti Beternak Kebencian