Menguatkan Pancasila dari Ruang Kelas

Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 1945 telah menjadi konvensi kenegaraan. Momen yang tepat untuk merenungkan dan merefleksikan terkait aktualisasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Pancasila sepertinya memang mudah sekali dilupakan dalam kehidupan keseharian kita. Setiap saat kita menyaksikan bagaimana nilai-nilai yang ada di Pancasila ditinggalkan. Pancasila dilupakan ketika religiusitas diartikanContinue reading “Menguatkan Pancasila dari Ruang Kelas”

Bakti Santri untuk Negeri

Gemuruh kegembiraan Peringatan Hari Santri Nasional begitu semarak dirayakan di berbagai tempat. Sejak 2015, tanggal 22 Oktober memang resmi diperingati sebagai hari santri. Penetapannya dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Ada beberapa pertimbangan mengapa hari santri kemudian diperingati. Pertama, ulama dan santri berkontribusi besar dalam merebut dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, mengenang serta meneladaniContinue reading “Bakti Santri untuk Negeri”

Guru PKn dan Pancasila

Beberapa waktu lalu lembaga UKP PIP yang digawangi Kang Yudi Latif didirikan. Niatannya bagus, agar Pancasila kembali diingat-ingat dan dipraktikan. Tapi belum-belum lembaga ini bekerja, banyak yang menyangsikan dan menyatakan lembaga ini hanya akan menjadi seperti BP7 dahulu di jaman orde baru. Saya tak mau menduga akan seperti apa lembaga ini. Karena memang baru terbentukContinue reading “Guru PKn dan Pancasila”

Membaca sebagai Tugas Ilahiah

Membaca dapat pembuka cakrawala, meningkatkan imajinasi dan keluasan pandangan seseorang. Cullinan (2000) dalam Jurnal School Library Media Research menuliskan papernya yang berjudul Independent Reading and School Achievement. Cullinan menelaah berbagai kajian tentang efek membaca secara mandiri terhadap prestasi sekolah siswa. Dari kajian tersebut didapat kesimpulan bahwa membaca secara mandiri sangat berpengaruh terhadap pemahaman bacaan, keterampilanContinue reading “Membaca sebagai Tugas Ilahiah”

Guru Pkn Se-Indonesia, Bersatulah!

Saya pernah menjadi guru. Guru PKn tepatnya. Iya betul guru Pendidikan Kewarganegaraan. Pelajaran PKn sudah pasti bukan pelajaran yang banyak difavoritkan anak-anak bangsa di seantero negeri ini. Coba saja cek, siapa anak yang sejak kecil bercita-cita jadi guru PKn? Saya haqqul yaqin tidak ada. Kalau ditanya cita-cita di masa depan, anak-anak kecil yang unyu-unyu ituContinue reading “Guru Pkn Se-Indonesia, Bersatulah!”

Pesantren dan Pendidikan Kaum Terpinggirkan

Pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan yang memiliki peran yang strategis dalam konstruksi pendidikan di Indonesia. Yudi Latif (2013) dalam bukunya “Genealogi Intelegensia: Pengetahuan dan Kekuasaan Intelegensia Muslim Indonesia Abad XX” mengungkapkan bagaimana kontribusi lembaga pendidikan Islam salah satunya pesantren dalam mencipta tradisi politik intelektual kalangan muslim. Ia mencontohkan bagaimana keberhasilan Pesantren Tebuireng di Jombang,Continue reading “Pesantren dan Pendidikan Kaum Terpinggirkan”

Gus Dur dan Kekuatan Membaca

Greg Barton penulis Gusdur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid dalam beberapa bagian bukunya menuliskan tentang kegandrungan Gus Dur membaca buku. Melalui catatan Barton kita dapat belajar betapa gemar dan cintanya Gus Dur terhadap buku. Kekuatan membaca Gus Dur seharusnya menginspirasi setiap santri di pesantren, para siswa secara umum yang sedang berjuang menggapai pengetahuan. GusContinue reading “Gus Dur dan Kekuatan Membaca”

Pendidikan yang Memerdekakan

IR Soekarno, ijazah ini suatu saat dapat robek dan hancur menjadi abu. Dia tidak abadi. Ingatlah bahwa satu-satunya hal yang abadi adalah karakter dari seseorang. Kenangan terhadap karakter itu akan tetap hidup sekalipun dia mati’ (Adams, 2014). Kutipan tersebut ialah pesan dari Prof Ir G Klopper ME, Rektor Sekolah Teknik Tinggi, ketika menyerahkan ijazah ingenieurContinue reading “Pendidikan yang Memerdekakan”

Merdeka 

70 tahun sudah Indonesia merdeka. Jika puluhan tahun yang lalu, para pejuang bangsa ini berjuang dengan mengeluarkan segala daya upaya baik fisik, pikiran, maupun materi, maka tantangan perjuangan saat ini tentulah berbeda. Founding fathers dan mothers republik ini adalah orang-orang hebat yang berjuang dengan sepenuh hati. Cita-citanya adalah agar negeri ini menjadi negeri yang merdeka,Continue reading “Merdeka “

Bekerja untuk Kemerdekaan

Setiap orang tentu punya cita-cita dan impian. Setiap orang pasti ingin bahagia. Founding Fathers dan Mothers republik ini pun demikian. Membayangkan suasana kebatinan menjelang proklamasi tahun 45 pasti sangat jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Setiap 17 Agustus tiap orang dengan cara yang berbeda berusaha merayakan kemerdekaan Indonesia. Jika membaca kembali sejarah kemerdekaan suasana kebatinanContinue reading “Bekerja untuk Kemerdekaan”