Makanya Ngaji yang Bener

Saya pernah mesantren. Tiga tahun. Waktu yang amat sebentar. Bisa ngaji? Jelas ngga. Mahir bahasa Arab? Apalagi, jauh dari mahir. Hapal berapa kitab kuning? Hapalan lepas semua, lupa. Apalagi level ngajinya masih di kitab-kitab dasar. Akhlaqul banen, safinah, tijan, jurumiyah dll. Kalau ketemu alumni pesantren beneran bawaannya minder. Mereka ngelotok nahwu sorofnya, bagus bacaan qurannya. … Continue reading Makanya Ngaji yang Bener

Advertisements

Cerita dari Kobong: Ngalogat Kitab Akhlaqul Banin

Akhirnya update lagi catatan dari kobong. Kali ini saya mau menulis mengenai pengalaman ngalogat kitab ahlaqul banin karangan Umar Bin Ahmad Baaraja. Saya mulai mengaji kitab ini bulan Juli tahun 2002—wow lebih dari 10 tahun yang lalu (tertulis di bagian depan kitab). Kitab ini merupakan salah satu kitab pertama yang saya logat, sehingga, seluruh badan … Continue reading Cerita dari Kobong: Ngalogat Kitab Akhlaqul Banin

Cerita dari Kobong: Kisah Kasih di Pesantren

Bagaimana jika seorang santri jatuh cinta? Ya sama saja dengan manusia lainnya yang jatuh cinta. Kadang mesem-mesem sendiri, deg-degan kalau ketemu orang yang disukai, dan sering menyebutkan orang yang disukainya. Santri pun kurang lebih demikian. Meskipun saya menjomblo selama di Cipasung, tapi saya mengamati dengan teliti teman-teman yang jatuh cinta dan bagaimana relasi mereka dengan … Continue reading Cerita dari Kobong: Kisah Kasih di Pesantren