Pemuda di Kereta

Indonesia masa depan masih cerah karena generasi mudanya yg kreatif dan produktif. Setidaknya jika saya menyimak perbincangan serius anak_anak muda di depan saya pagi ini. Pagi ini sambil berdesakan di kereta saya dengan khusyu mendengarkan diskusi anak_anak muda berseragam sma. Sepanjang perjalanan bekasi manggarai mereka sibuk bercerita satu sama lain dgn gembira. Sepertinya mereka sudahContinue reading “Pemuda di Kereta”

Sibuk dan Tak Sempat

Baru saja saya membaca puisi Gus Mus, Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat. Puisi ini sangat bagus untuk refleksi diri, bahasa kerennya muhasabah diri, menghitung-hitung diri. Setiap awal bait, selalu digunakan pertanyaan, kalau kau sibuk? Beberapa bait dari puisi tersebut misalnya… Kalau kau sibuk mencela orang lain saja / Kapan kau sempat membuktikan cela-celanya? /Continue reading “Sibuk dan Tak Sempat”

Kita yang Lekas Marah dan Membenci

Memasuki rimba belantara internet membutuhkan sebanyak-banyaknya amunisi kewarasan. Tak perlu dicari. Setiap saat informasi masuk ke gadget kita. Orang tak perlu tahu apakah informasi tersebut valid atau tidak. Jika informasi sesuai selera. Tanpa perlu membaca secara menyeluruh dan cermat, langsung copas dan share ke grup wa, path, facebook atau jejaring sosial lainnya. Tidak ada kehati-hatian,Continue reading “Kita yang Lekas Marah dan Membenci”

Membaca

Beberapa hari ini selera membaca saya menurun. Biasanya dalam satu hari selain koran ada saja buku yang saya baca walaupun beberapa halaman. Tetapi dalam beberapa hari ini jangankan buku, koranpun tak saya baca, saya hanya membaca berita di media online melalui handphone. Rutinitas seringkali membuat kita malas membaca. Padahal aktivitas membaca sangat penting untuk nutrisiContinue reading “Membaca”