pendidikan, Sosiologi

Jihad Kebangsaan Guru

PARA guru merupakan para pejuang sejati. Mereka senantiasa berjuang dengan sungguh-sungguh untuk memberikan pencerdasan dan pencerahan bagi anak bangsa. Bekerja tanpa sorot kamera, tetapi tetap setia mengawal anak-anak Ibu Pertiwi yang haus ilmu. Mendidik mereka dengan penuh kesadaran dan kesabaran. Tak sembarang orang mampu menjadi guru. Hanya para pejuang tangguhlah yang mampu bertahan. Pendidikan merupakan… Continue reading Jihad Kebangsaan Guru

pendidikan

Pramoedya Ananta Toer: Tulis, Tulis, dan Tulis….

Jika membuka Google hari ini, akan ada gambar sesosok lelaki yang sedang mengetik dengan mesik ketik. Di belakangnya ada background huruf-huruf mesin ketik. Lelaki itu Pramoedya Ananta Toer. Hari ini adalah hari lahirnya. Pram, begitu ia sering disebut, lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari tahun 1925. Ia sudah meninggalkan kita sejak April 2006. Namun, ia… Continue reading Pramoedya Ananta Toer: Tulis, Tulis, dan Tulis….

pendidikan, Sosiologi

Moratorium Ujian Nasional sudah Tepatkah?

  UJIAN nasional (UN) telah menjadi momok menakutkan bagi siswa dan orangtua siswa dalam beberapa tahun terakhir meskipun dalam dua tahun ini, ketika Anies Baswedan menjabat Mendikbud, tensi ketegangan siswa, orangtua siswa, maupun pihak sekolah mereda karena UN tak menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa. Saat ini pemerintah memutuskan menghentikan sementara atau melakukan moratorium ujian nasional.… Continue reading Moratorium Ujian Nasional sudah Tepatkah?

pendidikan, Politik dan Kebangsaan

Membaca sebagai Tugas Ilahiah

Membaca dapat pembuka cakrawala, meningkatkan imajinasi dan keluasan pandangan seseorang. Cullinan (2000) dalam Jurnal School Library Media Research menuliskan papernya yang berjudul Independent Reading and School Achievement. Cullinan menelaah berbagai kajian tentang efek membaca secara mandiri terhadap prestasi sekolah siswa. Dari kajian tersebut didapat kesimpulan bahwa membaca secara mandiri sangat berpengaruh terhadap pemahaman bacaan, keterampilan… Continue reading Membaca sebagai Tugas Ilahiah

pendidikan, Sosiologi

Meneguhkan Keberagaman Indonesia di Ruang Kelas

Indonesia sangat beragam dan berwarna dalam agama, suku bangsa, bahasa, pilihan politik, dan kelas sosial. Mengingkari keberagaman berarti mengingkari keindonesiaan itu sendiri. Dari komposisi agama yang dianut misalnya, data BPS tahun 2011 tercatat pemeluk Islam sebanyak 207,2 juta jiwa (87,18 persen), Kristen 16,5 juta jiwa (6,96 persen),  Katolik 6,9 juta jiwa (2,91 persen),  Hindu  4… Continue reading Meneguhkan Keberagaman Indonesia di Ruang Kelas

pendidikan, Sosiologi

Mengoptimalkan Ruang Perjumpaan

SEJUMLAH tokoh, mulai aktivis pendidikan, aktivis HAM, hingga akademisi menyuarakan kegelisahan terhadap munculnya gejala intoleransi pada anak-anak sekolah dasar. Riset dari Human Rights Working Group menunjukkan kecenderungan menguatnya intoleransi di kalangan pelajar dan anak muda (Media Indonesia, Rabu 29/3). Anak-anak memang sasaran yang paling strategis bagi internalisasi beragam nilai. Di usia yang masih belia, orangtua… Continue reading Mengoptimalkan Ruang Perjumpaan

pendidikan, Politik dan Kebangsaan

Guru Pkn Se-Indonesia, Bersatulah!

Saya pernah menjadi guru. Guru PKn tepatnya. Iya betul guru Pendidikan Kewarganegaraan. Pelajaran PKn sudah pasti bukan pelajaran yang banyak difavoritkan anak-anak bangsa di seantero negeri ini. Coba saja cek, siapa anak yang sejak kecil bercita-cita jadi guru PKn? Saya haqqul yaqin tidak ada. Kalau ditanya cita-cita di masa depan, anak-anak kecil yang unyu-unyu itu… Continue reading Guru Pkn Se-Indonesia, Bersatulah!